Distribusi pendapatan nasional mencerminkan merata atau timpangnya pembagian hasil pembangunan suatu Negara di kalangan penduduknya (Dumairi, 1999). Distribusi pendapatan merupakan kriteria yang mengindikasikan mengenai penyebaran atau pembagian pendapatan atau kekayaan antara penduduk satu dengan yang lain dalam wilayah tertentu ( Sabri et al, 2023). Tingkat pendapatan rata – rata dan ketimpangan distribusi pendapatan dapat mempengaruhi kemiskinan. Untuk merefleksikan ketimpangan pendapatan yaitu koefisien Gini (Gini Ratio). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi pendapatan nelayan pancing tonda di desa Latuhalat Kecamatan Nusaniwe. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pemilik dan nelayan buruh pancing tonda di desa Latuhalat Kecamatan Nusaniwe jumlah unit penangkapan sebanyak 20 unit. Untuk pengambilan sampel (respon) dilakukan dengan teknis acak atau Proportionate Stratified Random Sampling. Untuk mengukur distribusi pendapatan nelayan digunakan Koefisien Gini Ratio. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa distribusi pendapatan nelayan pemilik dan nelayan buruh pancing tonda di desa Latuhalat berada pada ketidakmerataan rendah pada Musim Barat (MB) dengan angka Gini 0,19584 untuk nelayan pemilik dan 0,9404 untuk nelayan buruh. Sedangkan pada Musim Timur (MT) dengan angka Gini 0,25468 untuk nelayan pemilik dan untuk nelayan buruh 0,26756 untuk nelayan buruh.