Pola konsumsi pangan masyarakat berbeda antarwilayah tergantung dari lingkungannya termasuk sumberdaya alam, budaya setempat dan selera. Semakin tinggi pendidikan seseorang, pengeluaran konsumsinya juga akan semakin tinggi sehingga mempengaruhi pola konsumsi dan hubungannya positif. Pola makan pada dasarnya merupakan konsep budaya, bertalian dengan makanan yang banyak dipengaruhi juga oleh unsur sosial - budaya yang berlaku dalam kelompok masyarakat itu,seperti nilai social, norma sosial dan norma budaya bertalian dengan makanan, makanan apa yang dianggap baik dan tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat konsumsi ikan pada masyarakat dan faktor – faktor yang mempengaruhi konsumsi ikan segar pada masyarakat di Kota Tiakur Kecamatan Moa. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini analisis regresi linear berganda dan analisis deskriptif dilakukan secara kuantitatif. Pengolahan variabel bebas dan variabel terikat menggunakan SPSS ( Statistical Product and Service Solution) untuk mengetahui faktor – faktor yang berpengaruh nyata pada tingkat konsumsi ikan segar di Kota Tiakur Desa Kecamatan Moa. Hasil analisis secara keseluruhan menunjukan bahwa uji koefisien determinasi nilai R square sebesar 0.963. Hal ini berarti semua variabel bebas mempunyai kontribusi secara bersama – sama terhadap variabel terikat sebesar 96,3 % yaitu pendapatan,jumlah anggota keluarga, harga ikan, pendidikan dan umur sedangkan sisanya 6,7% dijelaskan oleh faktor – faktor lain diluar dari penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, maka formula tingkat konsumsi ikan yang dihasilkan adalah : Y = 1.409 - 1.413X1 + 1.067 X2 + 9.083 X3 + 0.151 X4+ 0.026X5.