Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KAJIAN DESKRIPSI ANXIETY PADA IBU HAMIL PREOPERATIF SECTIO CAECAREA DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KABUPATEN MAGETAN Nisa Ardhia; Sundari, Sundari; Frameswari, Fara
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 1 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i1.2498

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), the increase in the implementation of Caesarean sections continues to increase at the global level. Based on data from the 2021 Indonesian Demographic and Health Survey, the incidence of Sectio Caesarea in Indonesia reached 17% of the total number of births. Sectio Caesarea is a surgical procedure that is commonly performed to help deliver a fetus because there are indications that it could threaten the health of the mother and fetus if delivered vaginally. The aim of this study was to examine the description of pregnant women's anxiety in facing surgical delivery. This research was conducted using a descriptive method using interview techniques with 20 respondents at RSIA Melati, Magetan Regency in January 2024. In the research process, several characteristics of pregnant women were found that influenced anxiety, namely age, parity, education and experience. Respondents' medical indications for having an SC were PEB, history of SC, breech position, CPD, history of asthma, post term, umbilical cord entanglement, placenta previa and transverse location. Respondents have various ways of dealing with anxiety, starting from searching for information on electronic media, sharing with people closest to them, to taking pregnancy yoga classes. The conclusion of this study is that primigravida respondents are more likely to feel anxiety than multigravidas because of their first experience facing childbirth.
The Influence Of Health Beliefs On Preventive Actions Against Pregnancy Complications: A Health Belief Model Approach Wida Rahma, Wida; Sundari, Sundari; Ardhianingtyas, Nisa; Frameswari, Fara; Sanjaya, Kiky Anggun
Journal of Midwifery and Reproduction Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/jmr.v8i2.1172

Abstract

Until now, the MMR in Indonesia has not met the set target, with a maternal mortality rate of 305 per 100,000 live births in 2015. Meanwhile, the target to be achieved is 183 per 100,000 live births by 2024 (Kemenkes RI, 2021). The data regarding maternal mortality cases in Madiun Regency, which have continued to increase in the last two years, are very worrying. The purpose of this study was to determine the perception of seriousness, barriers, vulnerability and benefits with the prevention of pregnancy complications. This research method uses correlational quantitative research, the sample amounted to 30 pregnant women. The results showed that the four variables were statistically tested and significant with a Nagelkerke R2 value of 81%, meaning that the four independent variables (perceived seriousness, perceived barriers, perceived vulnerability and perceived benefits) were able to explain the pregnancy examination by 81.5% and the remaining 18.5% was explained by other factors outside the research model. The conclusion of this study is that perceptions of seriousness, barriers, vulnerability and benefits affect the prevention of pregnancy complications.
Pemberdayaan Ibu Hamil Dalam Meningkatkan Kesehatan Reproduksi Melalui Program Kelas Ibu Hamil Sundari; Hardika, Mufida Dian; Frameswari, Fara
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 2 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v2i2.25243

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih menjadikan tantangan besar dalam pembangunan kesehatan, terutama yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman pengetahuan dan kesiapan seorang ibu dalam menjalani masa kehamilan dan persalinan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi masalah ini adalah melalui pemberdayaan ibu hamil dalam program Kelas Ibu Hamil. Program ini memberikan tujuan dalam memberikan edukasi dan dukungan kepada ibu hamil agar mampu menjaga kesehatan reproduksi secara mandiri dan efektif. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di PMB Atika dengan melibatkan 10 ibu hamil trimester I, II dan III. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini dengan memberikan penyuluhan kemudian memberikan pre test dan post test kepada 10 ibu hamil. Hasil dari pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu hamil sebesar 62% menjadi 89% tentang sistem reproduksi wanita dalam konteks kehamilan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif dalam Kelas Ibu Hamil efektif dalam meningkatkan pengetahuan dalam menjaga kesehatan reproduksi. Diperlukan pengembangan lebih lanjut dari sisi akses edukasi agar program dapat menjangkau lebih luas dan berkelanjutan.
Model Peningkatan Kepatuhan Pemeriksaan Laboratorium untuk Ibu Hamil di TPMB Atika Sundari; Arwiyantasari, Wida Rahma; Frameswari, Fara
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 3 No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v3i1.27320

Abstract

Pemeriksaan laboratorium merupakan bagian penting dari pelayanan antenatal care (ANC) untuk mendeteksi dini risiko kehamilan. Namun, tingkat kepatuhan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan laboratorium masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam menjalani pemeriksaan laboratorium dengan model penyuluhan, diskusi interaktif dan reminder digital (grup WhatsApp). Metode yang digunakan dengan memberikan pre-test dan post-test yang melibatkan 15 ibu hamil di TPMB Atika. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu hamil sebesar 55% menjadi 88%. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan, diskusi interaktif dan reminder digital (grup WhatsApp) dapat meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan Laboratorium. Diperlukan dukungan lebih lanjut dari berbagai pihak yang terkait untuk memperkuat akses layanan laboratorium yang terjangkau dan berkesinambungan.