Suksmawati, Herlina
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Media Sosial sebagai Strategi Peningkatan Ekonomi bagi Bisnis Kerajinan Eceng Gondok "Witrove" di Surabaya Suksmawati, Herlina
Jurnal Bisnis Indonesia Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Bisnis Indonesia
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jbi.v15i1.4552

Abstract

Water hyacinth is a weed in waters, but this weed will be profitable if used as raw material for crafts,and touched with art and creative ideas. The results of processing water hyacinth plants can becreated into products that have functions or benefits. These natural materials can be used as rawmaterials for crafts which have high artistic and economic value. Making various water hyacinthcrafts can be developed into a commercial craft industry. The necessary materials and equipment areeasy to obtain or purchased at low prices. The manufacturing process is also quite easy, it can bedone by both male and female workers. Water hyacinth can be combined with other materials to formcraft products that are more varied, luxurious and elegant. Apart from that, water hyacinth crafts areeasy to market, and even have the potential to be marketed as export commodities to variouscountries. In line with the rapid development of the handicraft market, the partner group wishes todevelop creativity and innovate to develop products made from water hyacinth so that they are moreattractive to the market and have selling value. The marketing carried out by handicraft craftsmen inWitrove Surabaya still uses traditional marketing models, which only depend on the place where thecraftsmen exhibit their products. To increase income, in this case assistance is needed in marketingusing social media.Keywords: Water Hyacinth; Social Media; @Witrove
LITERASI DIGITAL BAGI GENERASI Z DALAM MEMPROMOSIKAN PARIWISATA DI KAMPUNG ADAT SEGUNUNG Suksmawati, Herlina
Jurnal Bisnis Indonesia Vol 16, No 2 (2024): Jurnal Bisnis Indonesia
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jbi.v16i2.4930

Abstract

Kampung Adat Segunung, terletak di kawasan yang asri di Wonosalam, Jombang, menawarkan pengalaman unik yang memadukan keindahan alam dengan kekayaan budaya tradisional. Dengan beragam produk dan aktivitas menarik, kampung ini menjadi tempat yang wajib dikunjungi bagi para pencinta budaya dan alam. Kampung Adat Segunung sendiri merupakan branding Desa Carangwulung yang terletak di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pariwisata bertransformasi menjadi industri modern yang mampu menawarkan segala kebutuhan dan keinginan calon wisatawan dalam waktu yang singkat. Segala bentuk ketersediaan informasi yang berkaitan informasi penawaran destinasi yang akan dikunjungi, seperti harga paket wisata, atraksi, amenitas, aksesibilitas, hingga ancillary services yang tersedia di lokasi-lokasi atau tujuan wisata dapat diakses dengan mudah dan cepat oleh para penggunanya. Literasi Digital wisata dianggap dapat mempermudah wisatawan dalam mengakses informasi tentang suatu destinasi pariwisata dan tentunya dapat mengurangi biaya baik bagi pihak penyelenggara dan atau pengelola, maupun bagi wisatawan. Dengan dilakukannya penelitian ini menunjukkan bahwa literasi digital pariwisata merupakan strategi penting dalam mempromosikan wisata melalui pendekatan digital yang berdampak pada pengembangan potensi wisata di suatu desa wisata.Kata Kunci: Literasi Digital, Generasi Z, Kampung Adat Segunung.