Budidaya ayam broiler merupakan hal lazim yang dilakukan masyarakat Indonesia. Budidaya ayam broiler membutuhkan pembudidaya agar dapat menjaga suhu dan kelembaban yang tepat untuk tumbuh kembang ayam. Mengingat kandang ayam broiler yang luas, pendeteksian suhu dan kelembaban pada kandang ayam broiler perlu dideteksi di beberapa titik untuk mengetahui suhu keseluruhan kandang. Untuk itu, dibuatlah sistem jaringan sensor suhu yang bernama Broibrix. Sistem ini menggunakan node sensor suhu yang terhubung dengan mikrokontroler. Dimana, node sensor suhu pada sistem ini akan mem-publish data suhu dan kelembaban ke server MQTT dan Node-RED akan membaca data suhu dan kelembaban dari server MQTT dan dikirim ke Firebase. Sehingga, pembudidaya dapat mengakses data suhu dan kelembaban pada aplikasi melalui jaringan hybrid. Pada beberapa kali uji coba sistem, didapati hasil bahwa seluruh sistem dapat berjalan dengan baik. Beberapa pengujian dilakukan dengan membandingkan keakuratan sensor suhu yang digunakan dengan sensor suhu yang banyak dijual di pasaran, dari hasil pengujian terdapat perbedaan pembacaan suhu dan kelembaban dengan error rata-rata 1,33% dan 7,45% serta delay waktu kirim data ke MQTT Protocol sebesar 0,12 detik dan Firebase sebesar 1,4 detik. Sehingga, node sensor ini cukup dapat diandalkan dalam memonitoring suhu kandang ayam broiler.