Al Jum'ah, Muhammad Na'im
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Cyber Security dan Forensik Digital (CSFD)

ANALISA KEAMANAN DAN HUKUM UNTUK PELINDUNGAN DATA PRIVASI Muhammad Na’im Al Jum’ah
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 1 No. 2 (2018): Edisi November 2018
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.582 KB) | DOI: 10.14421/csecurity.2018.1.2.1370

Abstract

Teknologi informasi telah merubah pola hidup masyarakat secara global dan menyebabkan perubahan sosial budaya, ekonomi, dan kerangka hukum yang berlangsung dengan signifikan. Meskipun penetrasi internet di masyarakat masih sangat kurang bila dibandingkan dengan jumlah total penduduk Indonesia, kini sistem informasi dan komunikasi elektronik telah diimplementasikan pada hampir semua sektor kehidupan dalam masyarakat. Penyalagunaan data juga menjadi perhatian khusus. Banyak pelanggaran data yang terjadi karena implementasi yang buruk atau tidak adanya kontrol keamanan baik di perusahaan swasta maupun di organisasi pemerintahan. Paper ini akan membahas tentang bagaimana pengawasan data privasi  dan peraturan hukum mengenai perlindungan data pribadi. Dari hasil analisa tehadap pengawasan data pribadi bahwa ada dua pihak yang mampu dan punya peluang melakukan pengawasan massal, yaitu pihak swasta dan pemerintah. Pihak swasta bisa berasal dari penyedia layanan dan konten online, penyedia layanan internet atau pemilik infrastruktur internet sedangkan tugas negara adalah melindungi serta menjamin hak warganya. Namun pihak pemerintah sering menggunakan keamanan sebagai dalih untuk mendasari tindakan-tindakan yang melanggar hak atas privasi.  Indonesia telah memiliki beberapa undang-undang yang mengatur tentang keamanan data privasi duantaranya adalah Undang-undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan, Undang-undang Nomor 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan, Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 jo Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
A Implementasi Model Digital Forensik Procces Untuk Sosial Media Investigation Dengan Tools Hunchly Al Jum'ah, Muhammad Na'im; Wijaya, Hamid; Ismail, Rima Ruktiari
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 6 No. 2 (2023): Edisi Bulan November tahun 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2023.6.2.4265

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin pesat dapat menjadi dampak posistif dan dapat negatif. Dampak positifnya adalah proses penyebaran informasi yang semakin cepat, namun dampak negatifnya adalah banyaknya informasi hoax dan hate space yang terjadi di media sosial akibat tidak adanya filter dan pengecekan keabsahan informasi. Hal ini juga mengakibatkan banyaknya tindak kejahatan yang terjadi di media sosial. Salah satu pemecahan masalah dengan banyaknya kasus yang terjadi akibat penyalahgunaan media sosial adalah dengan melakukan proses invesitgasi forensic pada social media. Proses investigasi forensik ini dilakukan dengan metode live investigation menggunakan metode digital forensik proses yang terdiri dari proses Collection, Examination, Analysis dan Reporting. Proses pengumpulan barang bukti dengan menggunakan tools hunchly sehingga dapat dilakukan proses investigasi secara langsung. Hasil dari penelitian ini adalah dengan memanfaatkan metode digital forensik proses dan penggunaan tools hunchly untuk melakukan teknik live investigation untuk melakukan pengumpulan bukti digital dari akun-akun media sosial yang melakukan tindak kejahatan di media sosial sehingga dapat di proses sesuai dengan peraturan hukum yang telah berlaku Kata kunci: Bukti Digital, Media Sosial, Digital Forensik, Hunchly ------------------------------------------------------------------- The increasingly rapid development of technology can have both positive and negatif impacts. The positive impact is that the process of disseminating information is getting faster, but the negatif impact is the large amount of hoax information and hate space that occurs on social media due to the absence of filters and checking the validity of the information. This also results in many crimes occurring on social media. One solution to the problem with the many cases that occur due to misuse of social media is to carry out a forensic investigation process on social media. This forensic investigation process is carried out using the live investigation method using a digital forensic process method consisting of Collection, Examination, Analysis and Reporting processes. The process of collecting evidence uses powerful tools so that the investigation process can be carried out directly. The results of this research are by utilizing digital forensic process methods and using hunchly tools to carry out live investigation techniques to collect digital evidence from social media accounts that commit crimes on social media so that it can be processed in accordance with applicable legal regulations. Keywords: Sosial Media, Digital Forensics, Hunchly
Analisis Pengaruh Kompresi File Pada Media Sosial Terhadap Ketahanan Image Steganografi Pada Metode Least Significant Bit (LSB) Al Jum'ah, Muhammad Na'im; Arifin, Arifin
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 8 No. 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2025.8.2.5310

Abstract

Media sosial saat ini menjadi platform utama untuk pertukaran informasi di kalangan masyarakat luas. Platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter memungkinkan pengguna untuk berbagi gambar dengan audiens yang sangat besar. Namun, penggunaan media sosial ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait privasi dan keamanan data, karena informasi yang dibagikan di platform ini rentan terhadap ancaman kejahatan. Metode Least Significant Bit (LSB) merupakan salah satu teknik steganografi yang paling sederhana dan paling banyak digunakan dalam penyembunyian data. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengimplementasikan metode steganografi LSB yang lebih aman dan tahan terhadap serangan dan gangguan. Metode Least Significant Bit (LSB) merupakan salah satu teknik steganografi yang efektif untuk menyembunyikan pesan dalam media digital, termasuk gambar. Namun efektivitas metode ini dapat dianalisis berdasarkan beberapa parameter, seperti kapasitas penyimpanan, keterlihatan, dan ketahanan terhadap kompresi atau manipulasi gambar, khususnya pada platform media sosial seperti Telegram, Instagram, dan Facebook. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan, file pesan yang telah disembunyikan dalam gambar tidak dapat ditemukan lagi akibat perubahan ekstensi dari file gambar yang telah di kirim serta penerapan metode kompresi lossy pada masing-masing platform media sosial juga mempengaruhi file stego yang ada. Kata kunci: Digital Forensik, Sosial Media, Gambar, Steganografi, Least Significant Bit -------------------------------------------------------------------------------------------------- Analysis Of The Effect Of File Compression On Social Media On Image Steganography Resilience In The Least Significant Bit (LSB) Method Social media is currently a major platform for information exchange among the wider community. Platforms such as Facebook, Instagram, and Twitter allow users to share images with a very large audience. However, the use of social media also raises concerns regarding privacy and data security, because information shared on these platforms is vulnerable to threats of crime. The Least Significant Bit (LSB) method is one of the simplest and most widely used steganography techniques in data hiding. The purpose of this study is to develop and implement a LSB steganography method that is more secure and resistant to attacks and interference. The Least Significant Bit (LSB) method is one of the effective steganography techniques for hiding messages in digital media, including images. However, the effectiveness of this method can be analyzed based on several parameters, such as storage capacity, visibility, and resistance to compression or image manipulation, especially on social media platforms such as Telegram, Instagram, and Facebook. Test results show that message files that have been hidden in images can no longer be found due to changes in the extension of the image file that has been sent. The application of lossy compression methods on each social media platform also affects the existing stego file.. Keywords: Digital Forensics, Social Media, Image, Steganography, Least Significant Bit