Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEBIJAKAN MONETER DALAM PERSPEKTIF ISLAM Remi Reinaldo
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 1 (2024): JSER, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i1.572

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan moneter yang pro kemiskinan ditinjau dari perspektif ekonomi Islam. Metode penulisan bersifat kajian pustaka. Hasil kajian menegaskan bahwa kebijakan moneter di Indonesia melalui BI Rate seringkali menaikkan suku bunga, dan itu berimplikasi keuntungan pada pemodal besar, dan—sebaliknya—menekan geliat usaha pemodal kecil. Berbeda dari kebijakan moneter menurut sistem ekonomi Islam yang selalu mengupayakan pemerataan melalui prinsip keadilan dan pengembangan semangat kekeluargaan. Menekan tingkat equilibrium terhadap permintaan dan penawaran untuk keadilan distribusi kekayaan dan pendapatan. Jadi, penerapan profit and loss sharing serta intermediasi keuangan tidak bisa diterapkan ke dalam sistem moneter Islam, karena bebas dari bunga. Penggunaan instrumen kebijakan melalui kontrol pemerintah yang ketat, dan mengalokasikan pembiayaan secara tepat dan sesuai secara syariah menjadi tujuan ideal kebijakan moneter yang pro kemiskinan.
KEBIJAKAN MONETER DALAM PERSPEKTIF ISLAM Remi Reinaldo
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 1 (2024): JSER, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i1.572

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan moneter yang pro kemiskinan ditinjau dari perspektif ekonomi Islam. Metode penulisan bersifat kajian pustaka. Hasil kajian menegaskan bahwa kebijakan moneter di Indonesia melalui BI Rate seringkali menaikkan suku bunga, dan itu berimplikasi keuntungan pada pemodal besar, dan—sebaliknya—menekan geliat usaha pemodal kecil. Berbeda dari kebijakan moneter menurut sistem ekonomi Islam yang selalu mengupayakan pemerataan melalui prinsip keadilan dan pengembangan semangat kekeluargaan. Menekan tingkat equilibrium terhadap permintaan dan penawaran untuk keadilan distribusi kekayaan dan pendapatan. Jadi, penerapan profit and loss sharing serta intermediasi keuangan tidak bisa diterapkan ke dalam sistem moneter Islam, karena bebas dari bunga. Penggunaan instrumen kebijakan melalui kontrol pemerintah yang ketat, dan mengalokasikan pembiayaan secara tepat dan sesuai secara syariah menjadi tujuan ideal kebijakan moneter yang pro kemiskinan.