Estinlaia, Estiyantilaia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

CAMPUR KODE PADA PERCAKAPAN SISWA KELAS VIII-A DI SMP NEGERI 1 TOMA TAHUN PEMBELAJARAN 2022/2023 Estinlaia, Estiyantilaia
KOHESI : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2023): KOHESI : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/kohesi.v4i1.1159

Abstract

Campur kode digunakan oleh siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran. Dalam praktik komunikasi di sekolah, fenomena campur kode terjadi khususnya pada siswa multilingual. Pemakaian campur kode tersebut di berbagai kalangan salah satunya di sekolah. Campurkode ini digunakan oleh siswa dan guru saat berinterkasi dengan satu sama lain dalam kegiatan pembelajaran. Untuk mendeskripsikan campur kode yang digunakan pada percakapan guru dan siswa kelas VIII-A di SMP Negeri 1 Toma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penggunaan campur kode pada percakapan siswa kelas VIII-A di SMP Negeri 1 Toma T.P. 2022/2023, peneliti menemukan penggunaan campur kode yaitu penggunaan campur kode yang ditemukan peneliti sebanyak 3 penggunaan. Pembelajaran bahasa Indonesia kelas VIII-A di SMP Negeri 1 Toma T.P. 2022/2023. Menggunakan campur kode dalam berinteraksi karena beberapa faktor diantaranya karena (1) penutur memiliki kemampuan menguasai bahasa Nias serta dikarenakan oleh latar belakang pendidikan penutur sebagai masyarakat Nias sehingga hal itu mempengaruhi penguasaan bahasa yang mengakibatkan terjadinya campur kode pada bahasa Indonesia, (2) karena sudah terbiasa menggunakan campur kode ketika berbicara, (3) adanya tujuan untuk memperjelas maksud dari sesuatu sehingga menyebabkan penutur melakukan campur kode dalam tutur bahasanya, (4) untuk mempermudah penutur melakukan interaksi. Hasil temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan saran kepada masyarakat maupun kepada peneliti. (1) Guru dan siswa hendaknya berupaya memperluas kosa kata agar tidak terbiasa menggunakan campur kode. (2) Bagi guru/dosen hendaknya melakukan penyuluhan tentang pentingnya penggunaan bahasa dan memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang campur kode.