Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PENGGUNAAN ALAT PEMERAS SANTAN DAN MESIN PENGUPAS SABUK KELAPA PADA BUMDES SUMBER BERKAT DESA MARINSOW Sanjaya, Ricardo; Sidik, Dilan Richardo; Somba, Junri; Alfredo, Jannifer; Sarubang, Gabriel Vieri Sarubang; Moningka, Gregorius Viktor; Simbolon, Efriwandy; Sthiefandy, Alvin; sinaga, Amos Axcel; Pomalingo, Moh. Fikri; Bandu, Rahmat; Pabubung, Kurnia; Silalahi, Rike Firda; Situmorang, Ayu Triana; Sinaga, Ramesintia; Saerang, Syefiorita Angela; Zega, Cici Chrisdayanti
Abdi Techno Jurnal AbdiTechno, Vol. 4, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/abditechno.v4i1.1146

Abstract

Decree of the President of the Republic of Indonesia, Likupang became one of the priority tourist destinations. This is certainly a blessing for the people of North Sulawesi, especially Likupang. One of the industries in Marinsow Village is producing klentik coconut oil (village oil). Klentik coconut oil (village oil) is a product derived from coconuts. This oil has a distinctive taste and aroma for the fish meat that will be served. This product is also one of North Sulawesi's export commodities. In the process of making klentik coconut oil, there are several stages that must be passed. These stages include, peeling the coconut, splitting the coconut, grating the coconut meat, making coconut milk, stirring, fermenting, separating and cooking. Based on the results of the team's interviews with partners, several problems were raised. These problems include, 1) the equipment used is still traditional, 2) peeling coconut is still manual and takes a lot of time and energy, 3) the process of separating oil and water in coconut milk still takes 12-15 hours, 4) there is no business management and 5) the product is not yet standardized. The methods used in this activity are surveys, tool manufacturing, machine use training and reporting. From the results obtained, the participants were very enthusiastic about taking part in the training as evidenced by the presence of the participants. As a result of the interviews, the training participants were able to explain orally the components that make up the tools 80% of the time. The presentation value was not optimal, because there were 2 people aged 56 and 60 years. Both of them were unable to remember and were shy in explaining. For practical material, all participants with a percentage of 100% were able to process coconut milk using a homogeneizer machine or coconut peeling
KETIDAKADILAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM NASKAH MONOLOG BALADA SUMARAH KARYA TENTREM LESTARI DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Saerang, Syefiorita Angela; Polii, Intama J.; Pangemanan, Nontje J.
KOMPETENSI Vol. 5 No. 4 (2025): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/5z49hf46

Abstract

Naskah monolog Balada Sumarah karya Tentrem Lestari, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1999 dan direvisi pada tahun 2004, mengangkat tema dendam serta menggambarkan ketidakadilan yang dialami perempuan melalui diskriminasi, kekerasan, dan marginalisasi tokoh Sumarah. Oleh karena itu, naskah ini relevan dikaji dalam pembelajaran sastra di SMA untuk menumbuhkan kesadaran kritis siswa terhadap isu gender dan keadilan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang ditampilkan dalam naskah monolog Balada Sumarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis isi (content analysis), dengan sumber data berupa naskah monolog Balada Sumarah karya Tentrem Lestari. Proses analisis meliputi kegiatan membaca, mencatat data, membaca ulang, mengklasifikasikan, mendiskusikan, menyajikan data, serta menarik kesimpulan. Kerangka teori yang digunakan adalah feminisme Geofe, yang memandang feminisme sebagai gerakan terorganisasi untuk memperjuangkan hak dan kepentingan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakadilan gender dialami tokoh Sumarah dalam berbagai bentuk, yaitu marginalisasi, subordinasi, stereotip negatif, kekerasan fisik dan psikis, pelecehan, serta beban kerja berlebihan tanpa upah. Tokoh Sumarah digambarkan sebagai sosok perempuan yang kompleks, menjadi korban peristiwa sejarah besar, namun tetap menunjukkan keteguhan dan kekuatan. Implikasi penelitian ini dalam pembelajaran sastra pada Kurikulum Merdeka adalah menumbuhkan kesadaran siswa terhadap isu sosial, khususnya kekerasan terhadap perempuan dan anak akibat budaya patriarki, serta mendorong siswa untuk menghormati hak asasi manusia dan menolak segala bentuk kekerasan dan objektifikasi terhadap perempuan.