Samsudin, Dudin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONDISI SOSIAL DAN SPIRITUAL ANAK BINA INABAH XV PASCA REHABILITASI Bin Hasan, Mohamed Nur Azzam; Samsudin, Dudin
ISTIQAMAH: Jurnal Ilmu Tasawuf Vol 1 No 1 (2020): ISTIQAMAH: Jurnal Ilmu Tasawuf
Publisher : Prodi Ilmu Tasawuf IAILM Suryalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

permasalahan pokok yang harus diperhatukan dengan sungguh-sungguh terhadap alumni inabah xv pondok pesantren suryalaya adalah bagaimana mereka bisa hidup berdampingan dengan masyarakat. Umumnya sekembalinya kepada masyarakat ada beberapa hal yang tidk lepas dari perhatian diantaranya adalah diterima dan tidaknya alumni di masyarakat. Alumni Inabah XV Pondok Pesantren Suryalaya adalah korban yang telah selesai melakukan proses penyembuhan dalam kurun waktu yang telah ditentukan sesuai dengan standard khusus. Permasalahan yang akan diteliti adalah a. Bagaimana taubat yang dilakukan oleh alumni Inabah XV Pondok Pesantren Suryalaya ? b. Bagaimana perilaku kehidupan bermasyarakat alumni Inabah XV Pondok Pesantren Suryalaya c. Bagaimana pengaruh taubat terhadap perilaku kehidupan bermasyarakat pada alumni Inabah XV Pondok Pesantren Suryalaya ? Sampel dalam penelitian ini adalah alumni Inabah XV Pondok Pesantren Suryalaya dengan jumlah sebanyak 15 orang. Metodologi penelitian menggunakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Pendekatan kualitatif memusatkan perhatian pada prinsip-prinsip umum yang mendasari perwujudan satuan-satuan gejala yang ada dalam kehidupan sosial. Kajian teori yang digunakan adalah mengungkap pengertian taubah, inabah, pola pembinaan inabah, perilaku sosial kemasyarakatan dan kehidupan bermasyarakat. Penggalian informasi dilakukan dengan wawancara antara alumni dan pembina bina lanjut inabah. Pendalaman penelitian juga mengkaji beberapa dokumen berupa buku buku yang berhubungan erat dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini adalah bagaimana perilaku alumni Inabah XV Pondok Pesantren Suryalaya dapat hidup bermasyarakat dengan baik, terus menerus melakukan perbikan diri sesuai dengan ajaran yang ditetapkan oleh Pesantren Suryalaya. Penelitian ini berkesimpulan bahwa peranan taubat sangat menentukan alumni inabah alumni Inabah XV Pondok Pesantren Suryalaya dalam kehidupan bermsyarakat. Perilaku alumni Inabah XV Pondok Pesantren Suryalayadalam rangka taubat dalam membentuk kesalehan individu dilakukan sesuai dengan aturan yang dittetapkan Pondok Pesantren Suryalaya. Dimulai dengan niat, riyadoh, khataman, manakoban, sholat, puasa, dll. Pengaruh taubat terhadap kehidupan bermasyarakat terlihat adanya perubahan perilaku dan motivasi alumni Inabah XV Pondok Pesantren Suryalaya untuk berubah dengan baik dan dapat diterima dengan baik pada masyarakat.
Peran Abah Anom Dalam Bidang Politik Tahun 1950-2011 Samsudin, Dudin
JSI: Jurnal Sejarah Islam Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Sejarah Islam
Publisher : Progam Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiroko Horikoshi dalam sebuah penelitiannya menyebutkan bahwa kyai bisa dibedakan dari pengaruh karismanya. Kyai dipercayai memiliki keunggulan secara moral maupun sebagai seorang alim. Oleh karenanya, keberadaan seorang kyai mampu menarik perhatian pejabat-pejabat nasional yang dianggap memeiliki pengaruh tersendiri yang bisa diperhitungkan. KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin merupakan sosok kyai yang memiliki karisma bagi semua kalangan. Kyai yang memimpin Pondok Pesantren Suryalaya sampai tahun 2011 ini ternyata tidak hanya berperan sebagai seseorang yang memiliki andil dalam bidang agama seperti halnya kyai yang lain. Kenyataanya ia memiliki peran lain dalam berbagai bidang diantaranya Politik. Tujuan dari penelitian ini adalah penulis ingin mengetahui tentang peran yang dilakukan oleh KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin sebagai seorang kyai dalam bidang Politik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu suatu metode yang bertujuan menggambarkan kenyataan yang terjadi di lapangan meliputi individu, kelompok, gejala dan hubungan antara suatu gejala dengan gejala lain dalam suatu masyarakat. Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini melalui empat tahap, yaitu Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Dengan metode dan langkah-langkah tersebut maka hasil penemuan penulis antara lain bahwa peran KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin dalam empat bidang tersebut sangat terlihat. Misalnya dalam bidang Politik yang sudah terlihat sejak tahun 1955.