Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANFAAT PROGRAM SMART VILLAGE DI DESA HANURA KABUPATEN PESAWARAN BERDASARKAN PERSEPSI PENDUDUK Safira Laaly Ramadhani; Kordiyana K Rangga; Baiq Rindang Aprildahani
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjis.v2i1.690

Abstract

Saat ini pembangunan wilayah pedesaan mengalami transformasi atau perubahan yang signifikan dalam segi konsep maupun prosesnya. Konsep pembangunan tidak lagi sebatas pada sektor agraris dan infrastruktur dasar tapi mengarah dan memadukan dengan pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Seiring berkembangnya inovasi masyarakat yang semakin maju dalam mengembangkan suatu wilayah, pengelolaan desa yang pintar (smart village) mulai muncul. Provinsi Lampung memiliki potensi yang cukup besar dengan 2.435 Desa yang masing-masing memiliki sumber daya yang berbeda-beda, hal ini menjadi tantangan sendiri dalam mengembangkan potensi wilayah di Provinsi Lampung. Seiring dengan desa cerdas sebagai salah satu inovasi dalam pembangunan desa di Indonesia, Pemerintah Provinsi Lampung mulai ikut mencanangkan program pembangunan di wilayah perdesaan yaitu Program Smart Village, salah satunya dilaksanakan di Desa Hanura, Kabupaten Pesawaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi manfaat program smart village di Desa Hanura Kabupaten Pesawaran berdasarkan persepsi penduduk. Persepsi penduduk Desa Hanura dilakukan dalam memberikan penilaian manfaat terhadap masing-masing indikator program smart village Provinsi Lampung. Penduduk menjadi objek dalam penelitian ini karena merasakan langsung manfaat dari adanya program smart village di Desa Hanura. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan metode kuantitatif yang berorientasi berdasarkan variabel yang didapatkan dari kajian literatur dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program-program smart village yang dilakukan oleh pemerintah dinilai bermanfaat oleh penduduk Desa Hanura. Hal ini menjadi menarik karena artinya program smart village di Desa Hanura dapat mewujudkan tujuan dilaksanakannya program tersebut.
Perencanaan Sebaran Lokasi Ruang Terbuka Hijau Publik Kelurahan Sukarame Panalementa, Axcel; Baiq Rindang Aprildahani
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v5i2.7860

Abstract

Abstract. The availability of public green open space (RTHP) plays a vital role in maintaining environmental quality and promoting social well-being in urban areas. However, in Sukarame Subdistrict, Bandar Lampung City, the current provision of RTHP accounts for only 0.19% of the total area, which falls significantly below the national standard of 20%. This article aims to analyze the need for RTHP based on land area and population, and to identify potential locations for future development. The study applies a quantitative-spatial approach utilizing secondary data analysis, satellite image interpretation, and GIS-based spatial mapping through Google Earth and ArcGIS. Key aspects analyzed include existing land use, land ownership status from the BhumiATR platform, and physical land conditions. The results indicate that the ideal requirement of RTHP ranges from 44.9 to 53.2 hectares, while the identified potential land area only reaches 1.07 hectares across nine sites. The dominance of privately owned land presents challenges in the allocation of new RTHP areas. Therefore, the study recommends an integrated land acquisition strategy prioritizing government-owned land and promoting collaborative, adaptive planning to support sustainable urban environments. Abstrak. Ketersediaan ruang terbuka hijau publik (RTHP) memiliki peran yang penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat perkotaan. Namun, di Kelurahan Sukarame, Kota Bandar Lampung, luasan RTHP yang tersedia hanya mencapai 0,19% dari total wilayah, jauh di bawah standar nasional sebesar 20%. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan RTHP berdasarkan luas wilayah dan jumlah penduduk, serta mengidentifikasi lokasi potensial penyediaan RTHP yang layak dikembangkan. Pendekatan analisis yang digunakan mencakup pengolahan data sekunder, interpretasi citra satelit, serta pemetaan spasial berbasis perangkat lunak Google Earth dan ArcGIS. Aspek-aspek yang dianalisis meliputi penggunaan lahan eksisting, status kepemilikan lahan dari platform Bhumi ATR, serta kondisi fisik lahan. Hasil studi menunjukkan bahwa kebutuhan ideal RTHP di Kelurahan Sukarame mencapai 44,9–53,2 hektar, sementara lahan potensial yang berhasil diidentifikasi hanya seluas 1,07 hektar yang tersebar di sembilan lokasi. Dominasi kepemilikan hak milik pribadi menjadi tantangan dalam perencanaan pengadaan lahan RTHP. Oleh karena itu, disarankan adanya integrasi kebijakan pengadaan lahan RTHP dengan prioritas pada lahan milik pemerintah dan pendekatan perencanaan yang kolaboratif dan adaptif dalam rangka mendukung keberlanjutan lingkungan dan sosial perkotaan.