Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MANAJEMEN KONFLIK DALAM LINGKUNGAN TEMAN SEJAWAT ATAU SEBAYA STUDI KASUS : PENYERANGAN GENG BERSENJATA DI JALAN KHATIB SULAIMAN, PADANG Syintya Mardian; Syamsir, Syamsir; Ulya Sabina Putri; Nabeel Edgar Ferdrianda; Ahmad Radifan.S; Alfikri Imam Badawi
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v2i10.1669

Abstract

Kenakalan remaja bisa didefiniskan sebagai perilaku menyimpang atau tingkah laku yang tidak dapat diterima social .Tawuran antar remaja akhir akhir ini sedang marak terjadi dan telah menjadi potret buram dalam lingkungan kemasyarakatan. Peristiwa tersebut identik dengan perkelahian dan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang atau kelompok masyarakat. Akibatnya, sering menimbulkan kerugian pada korban maupun sarana dan prasarana umum di sekitar TKP. Secara umum penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan gejala dan penyebab peristiwa nyata yang sering menimbulkan kerugian bagi korban dan sarana dan prasarana umum di sekitar tempat kejadian perkara Perkelahian yang berulang dan balapan ilegal sering kali didasarkan pada konflik antara kedua belah pihak, seperti saling adu argumen atau kesalahpahaman. Yang mana ujung dari konflik tersebut membuktikan mana di antara keduanya yang paling hebat. Berdasarkan penelusuran, pada tahun 2023 terdapat 32 kejadian tawuran yang memakan korban jiwa. Faktor penyebab terjadinya tawuran di Khatib Sulaiman adalah kurangnya pengawasan orang tua dan kesadaran hukum. Peran polisi dalam menangani kejadian ini adalah dengan melakukan tindakan preventif (melakukan kontak dengan masyarakat sekitar balapan liar), tindakan preventif (melaksanakan edukasi di sekolah), dan tindakan represif (melakukan penjagaan di sekitar tempat yang sering terjadi tawuran).
PERAN BUDAYA DALAM MEMBENTUK NORMA DAN NILAI SOSIAL : SEBUAH TINJAUAN TERHADAP HUBUNGAN SOSIAL DAN BUDAYA Syintya Mardian; Syamsir, Syamsir; Engeline Revila Vanessa; Ulya Sabina Putri; Gading Neylatun Nufus
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i11.3920

Abstract

Budaya memainkan peran penting dalam membentuk norma dan nilai sosial yang menjadi landasan interaksi dalam masyarakat. Artikel ini meninjau hubungan antara budaya, norma, dan nilai sosial, dengan fokus pada pengaruh budaya dalam pembentukan norma dan nilai tersebut di masyarakat Indonesia. Menggunakan metode kualitatif dengan kajian literatur dari berbagai sumber jurnal Indonesia, artikel ini bertujuan untuk memperjelas bagaimana budaya lokal mempengaruhi struktur sosial dan interaksi antarindividu dalam konteks sosial yang lebih luas.
Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Lubuk Begalung Kelurahan Gurun Laweh Nan XX: Tinjauan terhadap Efektivitas Pendataan dan Ketepatan Sasaran Ulya Sabina Putri; Artha Dini Akmal
YASIN Vol 6 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v6i3.10036

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) is one of the government’s social assistance programs aimed at reducing poverty and improving the welfare of poor and vulnerable communities through assistance in education, health, and social welfare. However, the implementation of this program still faces problems related to the effectiveness of data collection and the accuracy of beneficiary targeting. This study aimed to analyze the implementation of PKH in Lubuk Begalung Subdistrict, Gurun Laweh Nan XX Urban Village, with a focus on the effectiveness of data collection and the accuracy of beneficiary targeting. This study used a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through interviews, observation, and documentation involving informants from the Social Affairs Office, PKH facilitators, urban village officials, and beneficiary communities. Data were analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that the implementation of PKH had administratively proceeded according to procedures, but substantively it was not yet optimal. The main problem lay in the weak validation and updating of beneficiary data, resulting in targeting inaccuracies, both in the form of inclusion error and exclusion error. In addition, the lack of field verification, data inconsistency among institutions, and limited public access to complaint mechanisms also hindered the effectiveness of the program. This condition resulted in some poor families still not receiving assistance, while some beneficiaries no longer met the criteria. This study emphasizes the importance of strengthening an accurate and sustainable data collection system, improving interinstitutional coordination, and optimizing the role of facilitators and community participation in data verification. The implications of this study indicate that the effectiveness of PKH implementation depends heavily on the quality of data governance and verification mechanisms so that the program is more accurately targeted and has a tangible impact on improving the welfare of poor communities.