Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DAMPAK BULLYING TERHADAP KEBERLANGSUNGGAN GENERASI MUDA Maria Godeliva Dahu; Helbiana Al Maani'ul Karoba
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v2i12.2080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak bullying, tekanan dari teman sebaya, dan perasaan sesaat dan setelah bullying, metode dukungan teman sebaya dan kesulitan dalam menyelesaikan masalah bullying di kalangan remaja. Penelitian ini membahas tentang dampak bullying terhadap keberlangsunagan generasi muda. Peneliti akan melakukan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah studi pustaka sesuai dengan pedoman yang di buat. Temuan penelitian ini dipengaruhi oleh maraknya fenomena bullying di kalangan anak muda saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana penindasan mempengaruhi perkembangan remaja saat ini, dan bagaimana sekolah maupun organisasi terkait dapat mengatasi penindasan yang terjadi saat ini. Hasil penelitian menunjukan bahwaa dampak bullying terhadap perilaku kriminal mengarah pada kejahatan dengan kekerasan dan intimidasi terhadap individu di masyarakat, tidak memanusiakan orang lain, dan mengurangi pengaruh pengaruh sosialisasi terhadap masyarakat. Dan sebaliknya salah satu akibat dari bullying terhadap pelaku yaitu timbulnya rasa malu dan rasa penyesalan pada diri pelaku. Salah satu strategi yang di gunakan oleh individu dan komunitas untuk memitigasi dampak bullying di komunitas, khususnya dalam konteks media sosial, adalah dengan memberikan dukungan dan dorongan kepada mereka yang melakukan perilaku bullying. Agar mereka memahami keseriusan bullying yang di maksut. Sebab dampaknya bisa menimbulkan trauma pada anak di kehidupan selanjutnya. Jenis penindasan yang paling umum adalah pelecehan verbal. Bullying di kalangan remaja dipengaruhi oleh teman, keluarga dan sekolah. Bahkan dalam kasus kasus penindasan bersifat ringan, hal ini tetap dapat berdampak negatif pada depresi dikalangan remaja, karna depresi di kaitkan dengan perasaan malu dan benci pada diri sendiri.
DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP KUALITAS HUBUNGAN SOSIAL DAN KELUARGA Helbiana Al Maani'ul Karoba; Maria Godeliva Dahu
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i1.10600

Abstract

Media telah menjadi bagian penting dari kehidupan modern, media memengaruhi cara kita berinteraksi, berkomunikasi , dan membentuk hubungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efek positif dan negatif media sosial terhadap kualitas hubungan interpersonal dan dinamika kelompok. Media memiliki kemampuan dan analisis, penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki kemampuan untuk memperkuat ikatan sosial, memfasilitasi komunikasi antara orang-orang di zona waktu yang berbeda , dan memperkuat jaringan sosial. Di sisi lain, penggunaan yang berlebihan media sosial dapat mengakibatkan isolasi, komunikasi yang buruk, dan konflik antar teman. Menurut penelitian, cara terbaik untuk memaksimalkan manfaat media sosial adalah menggunakannya secara hemat dan hati - hati sambil belajar,memupuk interaksi sosial yang tenang. Diharapkan bahwa penelitian ini akan memberikan wawasan lebih jauh mengenai bagaimana dinamika dipengaruhi oleh elemen kelompok sosial dan menghasilkan ide untuk membantu anggota kelompok mengatasi masalah ini guna menciptakan hubungan yang sehat dan harmonis.
PERAN KELUARGA DAN KOMUNITAS DALAM MENANGANI DEPRESI Maria Godeliva Dahu; Helbiana Al Maani'ul Karoba
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i2.13130

Abstract

Perawatan depresi adalah masalah medis yang membutuhkan dukungan multidisipliner. Keluarga dan komunitas harus terlibat dalam pemulihan penderita depresi. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis peran strategis keluarga dan komunitas dalam pengobatan depresi dengan menggunakan metodologi literatur dan studi empiris. Hasil kajian menunjukkan bahwa keluarga berfungsi sebagai penemuan awal, penyedia dukungan emosional, dan pendorong untuk mendapatkan layanan kesehatan mental. Komunitas, di sisi lain, memiliki kemampuan untuk mengurangi isolasi sosial dan mendukung intervensi berbasis masyarakat seperti konseling komunitas dan kelompok pendamping sebaya. Pendidikan keluarga dan masyarakat yang tepat telah terbukti meningkatkan literasi kesehatan mental dan mengurangi stigma terhadap penderita. Pendekatan komprehensif yang lebih efektif dan berkelanjutan dihasilkan ketika keluarga, komunitas, dan profesional kesehatan jiwa bekerja sama. Dengan demikian, optimalisasi peran keluarga dan komunitas merupakan strategi penting dalam sistem penanganan depresi di masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model intervensi kolaboratif berbasis kearifan lokal untuk mendukung sistem kesehatan mental nasional. Keluarga tidak hanya memberikan dukungan emosional; mereka juga bertanggung jawab untuk mengawasi kepatuhan pasien terhadap pengobatan, mendorong interaksi sosial, dan membuat lingkungan yang mendukung pemulihan. Pelatihan dan pendidikan sangat penting karena kurangnya pemahaman keluarga tentang depresi sering kali menghalangi pemulihan. Ketika anggota keluarga memahami kesehatan mental, mereka lebih siap untuk mendampingi penderita.