Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEWUJUDKAN KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN: MELALUI PROGRAM BANK SAMPAH DI INDONESIA Zharfan Surya Nauvally
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i8.3246

Abstract

Tujuan penelitian ini agar bisa melihat keberlanjutan lingkungan di Indonesia melalui adanya bank sampah sebagai solusinya. Artikel ini membahas tentang dampak signifikan limbah rumah tangga terhadap lingkungan di Indonesia. Dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, volume limbah yang dihasilkan juga meningkat, dan sebagian besar limbah tersebut adalah organik, yang menjadi masalah lingkungan yang serius. Kurangnya ketegasan hukum dan kurangnya inisiatif masyarakat untuk mengelola limbah menjadi faktor yang memperparah masalah ini. Artikel ini menekankan pentingnya implementasi praktik pengelolaan limbah yang berkelanjutan, seperti sistem "bank sampah", yang memungkinkan masyarakat untuk mengambil alih pengelolaan limbah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Selain itu, artikel ini juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dan pendidikan untuk mengubah perilaku dan mengurangi masalah pengelolaan limbah. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih sadar akan bahaya limbah dan berpartisipasi aktif dalam upaya mengelola limbah yang lebih berkelanjutan. Menggunakan green theorysebagai pedoman penelitian ini. bahasan dari teori ini sebenarnya membantu para pemikir negara atau aktor hubungan internasional merevisi peraturan atau kebijakan yang bertentangan dengan nilai lingkungan.
Neokolonialisme Modern: Kemitraan Angola-China dalam Kerangka Belt and Road Initiative Zharfan Surya Nauvally
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v4i1.4967

Abstract

This paper examines the modern neocolonial relationship between Angola and China in the context of the Belt and Road Initiative (BRI). Since the 1960s, China has been involved in assisting Angola, especially during its struggle against Portuguese colonialism. Formal relations began in 1983, with China providing military and economic support, including large loans for post-war infrastructure recovery. The paper uses concepts of neocolonialism and world system theory to describe Angola’s dependence on China. In this context, Angola experiences exploitation of its natural resources by Chinese companies that profit greatly, while local communities often do not receive equal benefits. The BRI, launched in 2013, aims to improve infrastructure in developing countries but has also become a tool for China to strengthen its influence in Angola. This article analyzes the impact of China’s $46 billion in loans, focusing on the energy and transportation sectors. Angola’s dependence on these loans poses a debt risk that could lead to “debt trap diplomacy.” Despite efforts to diversify investments into other social sectors, challenges remain in ensuring that these projects can fuel sustainable economic growth without exacerbating dependence on China.