Viruliana, Fajrina Margareth
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Bahasa Inggris Chairunnisa, Mutiara Rizqa; Viruliana, Fajrina Margareth
Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Komunitas Dosen Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-mishbah.Vol19.Iss2.325

Abstract

Communication in the family is an important factor in determining the good or bad attitude of children. Parents play an important role in educating their children. In the Koran there are many communication between parents and children, one of which is communication between the prophet Abraham and his son, the prophet Ismail. The story of the prophet Ibrahim and the prophet Ismail is a good example for parents and children to be able to communicate well while still prioritizing the aspect of obedience to Allah SWT. This is stated in Q.S As-Saffat:102. This study uses the theory of family communication patterns with descriptive research methods. The findings of this study found that there are ethical aspects of Islamic communication carried out by the prophet Ibrahim and the prophet Ismail, and the pattern of communication carried out is authoritative. Keywords: Communication Pattern, Parent, Children, Quran Abstract Komunikasi dalam keluarga menjadi faktor penting dalam menentukan baik-buruknya sikap anak. Orangtua berperan penting dalam mendidik anak-anaknya. Dalam al-quran terdapat ban-yak komunikasi orangtua dan anak, salah satunya komunikasi antara nabiIbrahim dengan anaknya nabi Ismail. Kisah nabi Ibrahim dan nabi Ismail menjadi contoh yang baik bagi orangtua dan anak untuk dapat berkomunikasi secara baik dengan tetap mengutamakan aspek ketaatan kepada Allah SWT. Hal ini tertuang dalam Q.S As-Saffat ayat 102. Penelitian ini menggunakan teori pola komunikasi keluarga dengan metode penelitian deskriptif. Temuan penelitian ini ditemukan bahwa terdapat aspek etika komunikasi islam yang dilakukan nabi Ibrahim dan nabi Ismail, dan pola komunikasi yang dilakukan bersifat authoritaive. Kata Kunci: Pola Komunikasi, Orangtua, Anak, Al-quran
Optimalisasi Media Sosial TikTok sebagai Dakwah Digital di Era Milenial pada Akun Ustadz Syam Chairunnisa, Mutiara Rizqa; Viruliana, Fajrina Margareth
Hikmah Vol 18, No 1 (2024): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v18i1.6121

Abstract

AbstrakMedia sosial memegang peranan penting sebagai sarana penyebaran informasi secara lebih luas. Pada penelitian ini ingin melihat bagaimana mengoptimalkan penggunaan media sosial Tiktok bagi seorang content maker seperti Ustad Syam yang menggunakan akunnya untuk keperluan dakwah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Posisi penelitian ini memberikan penjelasan tentang maraknya media penyampaian dakwah seperti media sosial dan bagaimana seorang content creator mengoptimalkan akunnya untuk menyebarluaskan informasi yang diberikannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fitur-fitur yang ditawarkan oleh aplikasi Tiktok sangat membantu dan memudahkan para content creator dalam berproduksi. Kemudian dengan banyaknya pengguna aplikasi Tiktok, memudahkan para content creator untuk mendapatkan banyak respon.Kata Kunci: Dakwah Digital Ustad Syam Tiktok AbstrakMedia sosial di zaman sekarang sangat berperan penting sebagai sarana penyebaran informasi yang lebih luas. Dalam penelitian ini ingin melihat bagaimana optimalisasi dalam penggunaan media sosial Tiktok bagi seorang pembuat konten seperti ustad Syam yang menggunakan akunnya untuk kepentingan dakwah. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Posisi penelitian ini memberikan penjelasan tentang bertambahnya media menghasilkan dakwah seperti media sosial dan bagaimana seorang pembuat konten mengoptimalkan akunnya untuk menyebarkan informasi yang mereka berikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fitur-fitur yang ditawarkan oleh aplikasi Tiktok sangat membantu dan memudahkan pembuat konten untuk berproduksi. Kemudian dengan banyaknya pengguna aplikasi Tiktok menambah kemudahan bagi pembuat konten untuk mendapat respon yang banyak.Kata Kunci : Dakwah Digital, Tiktok Ustad Syam
Modern Era Da’wah Problems Perspective Surat Taha: 44 Aris Yusuf, Mochamad; Viruliana, Fajrina Margareth; Fikri, Alwanul
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 5 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v5i1.224

Abstract

With the increasing presence of digital media, the challenges of proselytizing faced by Muslims are also increasingly complex which can haunt Muslims who often access the media. Therefore, the author reveals a phenomenon intertwined in proselytizing activities with the perspective of Taha verse 44. This research is a descriptive qualitative research based on library research. The results of this study revealed that when carrying out proselytizing activities, a da'i should have a good personality, because the success and strength of a proselytizing depends on the person of the proselytizer himself. In the letter of Taha: 44, there is a story of the journey of the prophet Moses and the Prophet Aaron who were commanded by Allah Almighty to provide good education to Pharaoh. The verse explains how important it is as preachers to choose the right method of preaching, namely through rhetoric or meek words. Therefore, meekness is a shaky attitude that is always in demand among many people. So that with that trait will give birth to tranquility and peace for both da'i and mad'u perpetrators. Dengan kehadiran media digital yang semakin tinggi, tantangan dakwah yang dihadapi umat Islam juga semakin kompleks yang dapat menghantui umat Islam yang sering mengakses media. Oleh karena itu, penulis mengungkapkan fenomena yang terjalin dalam aktifitas dakwah dengan perspektif surat Thaha ayat 44. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan berbasis penelitian perpustakaan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa saat melaksanakan aktivitas dakwah, seorang da’i hendaknya memiliki kepribadian yang baik, sebab kesuksesan dan kekuatannya suatu dakwah sangat bergantung kepada pribadi dari pembawa dakwah itu sendiri. dalam surat Taha: 44, terdapat kisah perjalanan nabi Musa dan Nabi Harun yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk memberikan edukasi yang baik kepada Fir’aun. Dalam ayat tersebut dijelaskan betapa pentingnya sebagai para pendakwah memilih metode yang tepat dalam menyampaikan dakwah, yakni melalui retorika atau perkataan yang lemah lembut. Oleh karena itu lemah lembut adalah sikap syahdu yang selalu diminati dikalangan banyak orang. Sehingga dengan sifat itu akan melahirkan ketenangan dan kedamaian baik bagi pelaku da’i maupun mad’u.