Santika, Viosa Vironika
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Metode Bermain Yang Efektif Untuk Meningkatkan Ketertarikan Anak Dalam Belajar Matematika Di Kelas B TK Negeri Ngaliyan Santika, Viosa Vironika
Journal of Early Childhood and Character Education Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v3i1.14845

Abstract

Matematika sangat penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Akan tetapi, ada beberapa siswa yang menganggap matematika adalah hal yang menyeramkan. Agar seseorang senang dengan matematika, sebaiknya guru maupun orang tua membiasakannya sejak dini dengan memperkenalkan matematika dengan suasana yang santai, nyaman, dan interaktif dengan melalui permainan, pengalaman, memberi penghargaan jika anak mampu menyelesaikannya dan memberi dukungan pada anak jika belum mampu menyelesaikannya. Seperti pada kegiatan belajar di kelas B TK Negeri Ngaliyan yang sudah menerapkan pendekatan student center dengan tema pakaian, guru memberi dua pilihan kegiatan belajar. Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan konsep matematika pada anak dengan kegiatan bermain sambil belajar serta mendeskripsikan proses pembelajaran di kelas B TK Negeri Ngaliyan dengan menerapkan kemampuan dan minat anak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang digunakan untuk mengetahui atau menggambarkan peristiwa nyata yang diteliti, sehingga memudahkan memperoleh informasi yang objektif.
Metode Bermain Yang Efektif Untuk Meningkatkan Ketertarikan Anak Dalam Belajar Matematika Di Kelas B TK Negeri Ngaliyan Santika, Viosa Vironika
Journal of Early Childhood and Character Education Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v3i1.14845

Abstract

Matematika sangat penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Akan tetapi, ada beberapa siswa yang menganggap matematika adalah hal yang menyeramkan. Agar seseorang senang dengan matematika, sebaiknya guru maupun orang tua membiasakannya sejak dini dengan memperkenalkan matematika dengan suasana yang santai, nyaman, dan interaktif dengan melalui permainan, pengalaman, memberi penghargaan jika anak mampu menyelesaikannya dan memberi dukungan pada anak jika belum mampu menyelesaikannya. Seperti pada kegiatan belajar di kelas B TK Negeri Ngaliyan yang sudah menerapkan pendekatan student center dengan tema pakaian, guru memberi dua pilihan kegiatan belajar. Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan konsep matematika pada anak dengan kegiatan bermain sambil belajar serta mendeskripsikan proses pembelajaran di kelas B TK Negeri Ngaliyan dengan menerapkan kemampuan dan minat anak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang digunakan untuk mengetahui atau menggambarkan peristiwa nyata yang diteliti, sehingga memudahkan memperoleh informasi yang objektif.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN SURVEY LINGKUNGAN BELAJAR (SULINGJAR) UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU Santika, Viosa Vironika; Rahayu, Winar Suci; Wahid, Abdul
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 11 No. 1 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v11i1.939

Abstract

Objective: This study aims to examine the optimization of the use of the Learning Environment Survey (Sulingjar) in improving teacher performance at RA Nyatnyono 01 Semarang, with a focus on reflecting on learning practices and the implementation of the Merdeka Curriculum. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through participatory observation over three weeks, semi-structured interviews with six teachers, and document analysis such as Sulingjar results, Education Reports, and government training reports. Data analysis referred to the interactive model of Miles and Huberman (1994), including data reduction, data presentation, and conclusion drawing with triangulation to ensure validity. The results showed that Sulingjar helped teachers reflect on and improve their lesson planning, increase the variety of teaching methods, and support the implementation of the student-centered Merdeka Curriculum. However, obstacles such as administrative burdens, limited digital literacy, and a lack of systematic follow-up from the Education Report hindered optimization. This study concludes that Sulingjar has the potential to be a tool for educational transformation if it is supported by technical training and better integration with teacher development programs, thereby strengthening teacher performance and learning quality in accordance with National Education Standards.