p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL FLYWHEEL
Dedy Nataniel Ully, Dedy
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL FLYWHEEL

Pengembangan Kolektor Surya Pelat Datar Untuk Meningkatkan Penyerapan Radiasi Surya Menggunakan Absorber Untuk Destilasi Air Payau Bagi Masyarakat Pesisir : Penggunaan Penyerap Radiasi Surya Untuk Destilasi Air Payau Bagi Masyarakat Pesisir Dedy Nataniel Ully, Dedy; Ginting, Purnawarman; Nasaruddin; Faot, Vinsensius; Laka, Agustinus
JURNAL FLYWHEEL Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v15i1.8799

Abstract

Krisis air bersih banyak dialami oleh masyarakat di daerah pesisir dan daerah terpencil, sehingga perlu penerapan teknologi yang tepat berupa rancangan destilasi air payau menjadi air tawar dengan memanfaatkan energi surya. Di wilayah pesisir, sumber air yang ada hanya berupa sumur dangkal yang terkontaminasi dengan air laut sehingga rasanya payau dan tidak layak untuk dikonsumsi, sedangkan di daerah terpencil masyarakat sulit mendapatkan air bersih karena kurangnya sumber air dan curah hujan yang rendah. Pemanfaatan destilasi dengan penggunaan penyerap radiasi surya dapat meningkatkan kinerja proses penyulingan air payau menjadi air tawar. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen nyata untuk mengetahui kapasitas produksi air tawar dengan desain penyerap radiasi matahari tipe plat datar. Pengujian dilakukan pada pukul 08.00 – 16.00 WITA dengan volume air dalam distilator sebanyak 120 liter. Hasilnya menunjukkan bahwa efisiensi meningkat secara parabolik seiring waktu tetapi menurun di atas pukul 14.00 WITA Hal ini terjadi karena intensitas penyinaran matahari akan berkurang seiring dengan kemiringan matahari ke barat, sehingga panas yang diterima alat distilator pun semakin berkurang. Efisiensi tertinggi terjadi pada jam 13.00 WITA yaitu desain berbahan dasar penyerap stainless steel sebesar 35,64 %, efisiensi tertinggi untuk desain berbahan dasar penyerap galvanis juga terjadi pada pukul 13.00 WITA yaitu sebesar 34,47 %, sedangkan penyerap berbahan dasar aluminium sebesar 32,11 %, juga terjadi pada pukul 13.00 WITA.
Desain dan Optimasi Pembangkit Listrik Tenaga Angin Berbasis Turbin Savonius sebagai Solusi Energi Berkelanjutan Di Wilayah Pedesaan Aris Palinggi; Dedy Nataniel Ully, Dedy; Bernadus S. Wuwur; Irene Budayawati; Desi Natalia Ratu; Purnawarman Ginting; Paula Rita
JURNAL FLYWHEEL Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v17i1.17784

Abstract

Energi listrik merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Namun, banyak daerah pedesaan di Indonesia masih belum memiliki listrik karena keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis yang sulit, dan biaya pasokan energi yang tinggi. Ketiadaan listrik membatasi aktivitas ekonomi dan menghambat kemajuan pendidikan, kesehatan, dan akses informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang pembangkit listrik tenaga angin menggunakan turbin angin Savonius untuk mengatasi kekurangan listrik di daerah pedesaan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen nyata dengan melakukan uji lapangan dengan menerapkan turbin angin di daerah dengan kecepatan angin rendah hingga sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya keluaran turbin angin Savonius 3 bilah meningkat seiring dengan peningkatan kecepatan angin, mencapai puncaknya pada kecepatan 5 m/s dengan daya 180,8 W dan efisiensi 68,4%. Setelah melewati titik ini, efisiensi sedikit menurun karena peningkatan turbulensi dan kehilangan gesekan mekanis pada poros dan bantalan turbin. Namun, dalam pengujian turbin angin Savonius 2 sudu, terlihat bahwa peningkatan kecepatan angin memiliki efek langsung pada peningkatan daya keluaran turbin, karena energi kinetik angin berbanding lurus dengan pangkat tiga kecepatan angin (P ∝ v³). Namun, pada kecepatan di atas 5 m/s, efisiensi sedikit menurun karena turbulensi udara dan kehilangan mekanis pada poros dan bantalan.