p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL FLYWHEEL
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan dan Optimasi Sistem Kemudi Power Steering sebagai Media Pembelajaran Interaktif pada Mata Kuliah Body & Chassis Antonius Pangalinan; , Dedy Nataniel Ully; Laka, Agustinus; Bernadus S. Wuwur
JURNAL FLYWHEEL Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v17i1.16701

Abstract

Dalam pendidikan vokasi teknik otomotif, pembelajaran praktik sangat penting untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan industri. Mata kuliah Body & Chassis memerlukan pendekatan praktik intensif, terutama dalam memahami sistem kemudi seperti power steering yang merupakan komponen vital pada kendaraan modern. Efektivitas pembelajaran bergantung pada ketersediaan alat peraga yang merepresentasikan sistem kerja nyata. Alat peraga ideal harus interaktif dan mendukung pengamatan, analisis, serta simulasi. Namun, banyak institusi masih kesulitan menyediakan alat peraga yang memenuhi kriteria tersebut. Alat peraga sistem kemudi power steering di Program Studi D-III Mesin Otomotif belum optimal. Masalahnya meliputi minimnya visualisasi kerja, terbatasnya interaksi dengan komponen, dan desain yang tidak sesuai kondisi lapangan, sehingga menghambat pemahaman mahasiswa. Urgensi penelitian ini muncul dari keterbatasan fasilitas pembelajaran modern pada mata kuliah Body & Chasis, yang berdampak pada kurang optimalnya pemahaman mahasiswa terhadap sistem kerja komponen kendaraan. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan alat peraga yang lebih relevan, interaktif, dan sesuai kebutuhan industri, sehingga kegiatan pembelajaran praktis dapat berlangsung lebih efektif dan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa secara nyata. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental nyata (true experimental) yaitu melakukan pengamatan langsung di lapangan untuk mencari data sebab akibat dalam suatu proses melalui eksperimen sehingga dapat ditahui berapa besar tekanan yang dihasilkan ketika setir itu diputar ke kiri atau ke kanan. Selain itu dapat diketahui pula akselerasi ketika sistem kemudi bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan fluida dan getaran mekanik yang dihasilkan oleh Mobil Kijang lebih besar jika disbandingkan dengan desain alat peraga yang dibuat.
Desain dan Optimasi Pembangkit Listrik Tenaga Angin Berbasis Turbin Savonius sebagai Solusi Energi Berkelanjutan Di Wilayah Pedesaan Aris Palinggi; Dedy Nataniel Ully, Dedy; Bernadus S. Wuwur; Irene Budayawati; Desi Natalia Ratu; Purnawarman Ginting; Paula Rita
JURNAL FLYWHEEL Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v17i1.17784

Abstract

Energi listrik merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Namun, banyak daerah pedesaan di Indonesia masih belum memiliki listrik karena keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis yang sulit, dan biaya pasokan energi yang tinggi. Ketiadaan listrik membatasi aktivitas ekonomi dan menghambat kemajuan pendidikan, kesehatan, dan akses informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang pembangkit listrik tenaga angin menggunakan turbin angin Savonius untuk mengatasi kekurangan listrik di daerah pedesaan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen nyata dengan melakukan uji lapangan dengan menerapkan turbin angin di daerah dengan kecepatan angin rendah hingga sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya keluaran turbin angin Savonius 3 bilah meningkat seiring dengan peningkatan kecepatan angin, mencapai puncaknya pada kecepatan 5 m/s dengan daya 180,8 W dan efisiensi 68,4%. Setelah melewati titik ini, efisiensi sedikit menurun karena peningkatan turbulensi dan kehilangan gesekan mekanis pada poros dan bantalan turbin. Namun, dalam pengujian turbin angin Savonius 2 sudu, terlihat bahwa peningkatan kecepatan angin memiliki efek langsung pada peningkatan daya keluaran turbin, karena energi kinetik angin berbanding lurus dengan pangkat tiga kecepatan angin (P ∝ v³). Namun, pada kecepatan di atas 5 m/s, efisiensi sedikit menurun karena turbulensi udara dan kehilangan mekanis pada poros dan bantalan.