Winangen, Mellindya Dinanda
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kegiatan Penyuluhan Fisioterapi Mengenai Neck Pain pada Pekerja Keripik Tempe Sanan Kecamatan Belimbing Kota Malang Provinsi Jawa Timur Winangen, Mellindya Dinanda; Rahmanto, Safun; Rakhmawati, Yuli
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): JIPPM - Desember 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.166

Abstract

Nyeri leher merupakan salah satu keluhan musculoskeletal yang sering dikeluhkan masyarakat. Posisi yang tidak ergonomis merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan nyeri leher. Nyeri leher memiliki dampak yang sangat besar terhadap individu, keluarga, masyarakat dan kehidupan bisnis. Nyeri leher terjadi mulai dari postur yang buruk hingga stress mekanik. Nyeri otot terjadi akibat proses kimiawi ataupun mekanik. Salah satunya dengan pekerja keripik tempe, postur kerja yang tidak ergonomis dengan waktu lama dengan gerakan berulang. Pekerja berposisi duduk dengan sedikit membungkuk dan kepala lebih condong ke depan, dengan posisi tersebut, akan menimbulkan beban pada leher. Pekerja akan berpotensi mengalami nyeri leher dan akan cenderung membatasi untuk gerakan mengulur, hal tersebut menyebabkan gangguan pada saat melakukan aktivitas sehari-hari. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para pekerja keripik tempe sanan dan pencegahan dari kondisi nyeri leher saat sedang bekerja. Metode yang digunakan mengedukasi para pekerja mengenai posisi kerja yang ergonomis dan memberi sedikit memberi latihan untuk dijadikan latihan mandiri (home exercise) untuk mengurangi nyeri leher. Hasil yang didapatkan setelah memberikan edukasi terkait nyeri leher masyarakat antusias dan meningkatkan wawasan serta pengetahuan para pekerja keripik tempe sanan. Kegiatan tersebut akan memberikan kesadarankepada pekerja seberapa pentingnya menerapkan posisi kerja yang ergonomis sebagai pencegahan terjadinya kondisi nyeri leher.