Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN MAHASISWA DALAM IKUT SERTA PROGRAM POSBINDU UNTUK PENGUATAN PENGENDALIAN FAKTOR RESIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI Muhammad Revansyach; Achmad Firdaus; Fatin Habibah; Riska Lula Devi; Luthfiyyah Rindiani
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 1 No. 3 (2024): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v1i3.515

Abstract

. Penyakit tidak menular (PTM) menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Program pencegahan dan pengendalian PTM hendaknya sesuai dengan beban PTM di masyarakat. Penelitian bertujuan menganalisis beban penyakit (burden of disease/BoD) dan program pencegahan dan pengendalian PTM di Indonesia. Penyakit tidak menular (PTM), juga dikenal sebagai penyakit kronis, tidak ditularkan dari orang ke orang, mereka memiliki durasi yang panjang dan pada umumnya berkembang secara lambat (Riskesdas, 2013). Program dan gap PTM menggunakan data primer yang digali dari informan yang berasal dari Kementerian Kesehatan, organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat, dan dinas kesehatan provinsi. Pedoman wawancara dan panduan round table discussion (RTD) digunakan untuk mengumpulkan data primer. Data sekunder dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan data primer dianalisis kualitatif dengan content analysis. Triangulasi data menggunakan triangulasi metode yaitu wawancara mendalam dan RTD. Hasil kajian menunjukkan beban PTM sangat tinggi yaitu 70% dari seluruh beban penyakit, faktor risiko utama PTM adalah tekanan darah tinggi, diet, gula darah tinggi, obesitas, dan merokok. Program promosi, pencegahan, dan deteksi dini PTM kurang optimal. Data BoD dapat dimanfaatkan di tingkat nasional maupun provinsi. Terdapat gap antara program dengan beban PTM. Solusi yang ditawarkan yaitu peningkatan promosi kesehatan melalui teknologi informasi, peningkatan deteksi dini, pengendalian faktor risiko terutama diet dan rokok
Peran Komunikasi Antar pribadi dalam Meningkatkan Kondisi Ketahanan Mental Atlet: Studi Kasus Klub Anugerah Gatra ZZ Badminton Academy Fatin Habibah; Aulian Khairani; Mochammad Mirza
Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol. 4 No. 6 (2024): Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/dawatuna.v4i6.4562

Abstract

The focus of this research is the decline in athletes' mental resilience caused by the surrounding environment. The purpose of this study is how interpersonal communication helps athletes improve their mental resilience. The research informants were 11 people, using purposive sampling technique. This research method is descriptive qualitative. According to the results of data analysis, the informants communicate in two directions and verbally and nonverbally during training and matches to conduct directed and organized communication. In this study, the role of interpersonal communication also includes the exchange of expressions that are eager to be said, aiming to solve the problem of non-open communication, which has an impact on the condition of athletes' mental resilience. The challenge faced by athletes is the lack of self-confidence needed to defeat their opponents. Athletes' physical condition is not always stable during training and matches, which leads to mental stress and unpreparedness to face opponents. This is evaluated by considering the experience of failure, feelings, and pressure on oneself.