Sulistiyo, Ferdiand
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengembangan Gereja Bercermin dari Sejarah Misi dan Penginjilan di Tanah Minahasa Fingfing Keren Grace Wong; Sulistiyo, Ferdiand; Imanuel, Dolie Fransix
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 17 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v17i1.125

Abstract

Tanah Minahasa merupakan sebuah wilayah yang terkenal dengan warisan agama Kristen yang kuat. Misi dan penginjilan gereja Kristen di tanah Minahasa memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan gereja dan masyarakat di wilayah tersebut. Namun, beberapa tahun terakhir telah terjadi penurunan kehadiran di gereja dan partisipasi dalam kegiatan gereja. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain urbanisasi, sekularisasi, dan bangkitnya gerakan keagamaan baru. Peneliti menggunakan metode penelitian kepustakaan untuk mengumpulkan data tentang sejarah penginjilan di Tanah Minahasa dan strategi pengembangan gereja. Pemberitaan Injil dan pendirian gereja memberikan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat Minahasa. Kekristenan membawa perubahan dalam praktik tradisional masyarakat Minahasa, seperti penghapusan perbudakan, penghentian pengayauan, dan penerapan monogami. Dengan menyusun strategi pengembangan gereja yang berakar pada Injil dan relevan dengan tantangan kontemporer yang dihadapi gereja-gereja di Minahasa, maka Gereja-gereja di Minahasa dapat berkembang dengan berfokus pada pemberitaan Injil. Gereja-gereja yang memberitakan Injil secara efektif akan mengalami pertumbuhan kehadiran dan partisipasi.
Roh Kudus: Pribadi Ketiga dari Allah Trinitas─ Api Penginjilan Bagi Bangsa-bangsa Kamadjaja, Djumailah; Sulistiyo, Ferdiand; Grace Wong, Fingfing Keren
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 4, No 2 (2024): SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/sg.v4i2.235

Abstract

Abstract:The doctrine of the Trinity states that God is Father, Son, and Holy Spirit, three persons in one essence. The Holy Spirit is the third person of the Trinity, and as a divine person, the Holy Spirit has personality, will, and feelings. The typology of the Holy Spirit as ‘fire’ is closely related to evangelism because the Holy Spirit gives power and courage to Christ’s disciples to preach the Gospel of the Kingdom of God. However, there are still differences in understanding of the work of the Holy Spirit in contemporary evangelism, which can cause its effectiveness to decrease. To overcome this problem, the author uses library research methods to obtain data about the Holy Spirit and the Fire of Evangelism. Through the data analysis process, it was discovered that the work of the Holy Spirit is a driving force for evangelism by empowering God’s people so that the Gospel spreads to the ends of the earth. The work of the Holy Spirit in evangelisation is essential for the Church to fulfil its mission of bearing witness to Christ and making disciples of all nations for Christ. The role of the Holy Spirit as the Fire of Evangelism is very important because it highlights the transformative power of the Holy Spirit in the lives of believers. The Holy Spirit empowers believers to live out their faith and bear witness to Christ, even in the face of persecution and opposition. The Holy Spirit is the primary agent of evangelism, guiding and directing the Church in world evangelisation. Abstrak: Doktrin Trinitas menyatakan bahwa Allah adalah Bapa, Putra, dan Roh Kudus, tiga pribadi dalam satu hakikat. Roh Kudus adalah pribadi ketiga dari Trinitas, dan sebagai pribadi ilahi, Roh Kudus memiliki kepribadian, kehendak, dan perasaan. Tipologi Roh Kudus sebagai 'api' erat kaitannya dengan penginjilan, karena Roh Kudus memberikan kuasa dan keberanian kepada murid-murid Kristus untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Namun demikian, masih terdapat perbedaan pemahaman tentang pekerjaan Roh Kudus dalam penginjilan masa kini yang dapat menyebabkan efektivitasnya menurun. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan untuk memperoleh data tentang Roh Kudus dan Api Penginjilan. Melalui proses analisis data ditemukan bahwa pekerjaan Roh Kudus menjadi penggerak penginjilan dengan memberdayakan umat Tuhan sehingga Injil tersebar sampai ke ujung bumi. Pekerjaan Roh Kudus dalam penginjilan sangat penting bagi Gereja untuk memenuhi misinya memberikan kesaksian tentang Kristus dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Peran Roh Kudus sebagai Api Penginjilan sangat penting karena menyoroti kuasa transformatif Roh Kudus dalam kehidupan orang-orang percaya. Roh Kudus memberdayakan orang-orang percaya untuk menghidupi iman mereka dan memberikan kesaksian tentang Kristus, bahkan ketika menghadapi penganiayaan dan perlawanan. Roh Kudus adalah agen utama penginjilan, membimbing dan mengarahkan Gereja dalam penginjilan sedunia.