Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KESALAHAN PENGGUNAAN TANDA BACA DALAM TEKS FABEL SISWA KELAS VII SMP IT GREEN BHAKTI INSANI dari, nur wulan
Alegori: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 3, No 2 (2023): Alegori : Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/alegori.v3i2.10136

Abstract

AbstrakPenelitian ini menganalisis kesalahan penggunaan tanda baca dalam teks fabel yang dibuat oleh siswa kelas VII SMP IT Green Bhakti Insani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menginterprestasikan Kesalahan Penggunaan Tanda Baca dalam Teks Fabel Siswa Kelas VII SMP IT Green Bhakti Insani. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan pada penelitian ini adalah Teknik observasi. Berdasarkan hasil penelitian tentang kesalahan penggunaan tanda baca dalam teks fabel karangan siswa, diperoleh kesalahan sebanyak 156 kasus kesalahan, meliputi kesalahan tanda titik (.) sebanyak 65 kesalahan setara dengan 41,7%, kesalahan tanda koma (,) sebanyak 54 kesalahan setara dengan 34,6 %, kesalahan tanda hubung (-) sebanyak 7 kesalahan setara dengan 4,5 %, kesalahan tanda tanya (?) sebanyak 3 kesalahan setara dengan 1,9 %, kesalahan tanda petik dua () sebanyak 27 kesalahan setara dengan 17,3%. Berdasarkan temuan di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa kesalahan yang paling banyak ditemukan adalah kesalahan tanda titik (.) dengan kesalahan berupa penggunaan tanda titik tidak dipakai pada akhir kalimat.Kata Kunci: Kesalahan, Tanda baca, Teks Fabel.
Pembuatan Film Dokumenter tentang Pengaruh Pestisida dalam Pertanian Kentang Desa Pandansari, Brebes, Jawa Tengah Dari, Nur Wulan
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 8 No 1 (2025): 2025: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.10902

Abstract

Pandansari Village, Brebes District, Central Java, which is located at an altitude of 1.500-2.000 meters above sea level, the majority of its residents work in the plantation sector as well as farming vegetable commodities, especially potatoes. Environmental changes, especially climate, such as high levels of rainfall can cause the presence of pests and viruses, thus making farmers think more about preventing crop failure. Pesticides are often used to keep plants producing. However, high-scale use of pesticides can have negative impacts, especially on health. Research – Community Service uses a focused discussion forum approach, interviews, and participatory documentary filmmaking with the community to understand the influence of pesticides on potato farming. The positive and negative effects of pesticides on potato farming in Pandansari Village are shown through a documentary entitled, "Rain at an Altitude of 1600 Mdpl". The aim of making this documentary film is as a research medium and to record the current situation regarding the effects of massive pesticide use on plantations. === Desa Pandansari, Kecamatan Brebes, Jawa Tengah, yang terletak di ketinggian 1.500—2.000 mdpl ini mayoritas warganya bekerja pada sektor perkebunan dan pertanian komoditas sayuran, terutama kentang. Perubahan lingkungan, terutama iklim, seperti situasi curah hujan yang cukup tinggi dapat menyebabkan hadirnya hama dan virus sehingga membuat petani berpikir lebih untuk mencegah terjadinya gagal panen. Penggunaan pestisida kerap dilakukan untuk tetap menjaga tanaman agar terus berproduksi. Namun, penggunaan pestisida berskala tinggi dapat mengakibatkan dampak negatif, terutama kesehatan. Penelitian–Pengabdian kepada Masyarakat menggunakan pendekatan forum diskusi terarah, wawancara, dan pembuatan film dokumenter secara partisipatif bersama masyarakat untuk memahami pengaruh pestisida pada pertanian kentang. Pengaruh pestisida positif dan negatif bagi pertanian kentang Desa Pandansari ditunjukkan lewat film dokumenter yang berjudul “Hujan di Ketinggian 1600 Mdpl”. Pembuatan film dokumenter ini bertujuan sebagai medium penelitian dan merekam situasi terkini tentang pengaruh penggunaan pestisida yang masif di perkebunan.