Roikhatul Wardah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TANTANGAN EKSISTENSI KESENIAN TANJIDOR DI DESA KALANGANYAR, KARANGGENENG, LAMONGAN, JAWA TIMUR Roikhatul Wardah; Istiqamah, Nini Salwa
PRASI Vol. 18 No. 02 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v18i02.68699

Abstract

 Tanjidor has been existed long before Indonesia's independence, during the European colonial period. This art performance has developed in all regions of Indonesia and is gaining popularity among the people. However,  tanjidor is experiencing a decline among the public. Based on this phenomenon, this research was conducted to examine and analyze the problems faced by  tanjidor art in this modern era and the impacts caused by these problems. Through this research, it is hoped that it can open awareness in the community about the importance of maintaining and preserving local culture, such as the  tanjidor performance. Employing a cultural imperialism theory approach, this research found that the existence of  tanjidor performance faces various problems including modernization, foreign cultural influences, and restrictions during the Covid-19 pandemic. These problems also have an impact on changes in people's mindsets, a lack of successors, and decreased interest in  tanjidor's performance. Keywords : Challenge, existence, tanjidor, Kalanganyar, modernization   Abstrak Kesenian tanjidor telah ada jauh sebelum negara Indonesia merdeka, tepatnya pada masa penjajahan bangsa Eropa. Kesenian ini mengalami perkembangan di seluruh daerah Indonesia dan mendapatkan popularitas di kalangan masyarakat. Namun, saat ini kesenian ini mengalami penurunan di kalangan masyarakat. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dan menganalisis permasalahan yang dihadapi kesenian tanjidor di masa modern ini serta dampak yang ditimbulkan akibat munculnya permasalahan tersebut. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat membuka kesadaran bagi masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lokal, seperti kesenian tanjidor. Dengan menggunakan pendekatan teori imperialisme kultural, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensi kesenian  tanjidor di Desa Kalanganyar menghadapi berbagai permasalahan diantaranya modernisasi, pengaruh budaya asing dan pembatasan selama pandemi Covid-19. Permasalahan ini juga berdampak pada perubahan pola pikir masyarakat, minimnya penerus, dan menurunnya minat terhadap kesenian tanjidor.