Kurikulum humanistik difokuskan pada pertumbuhan manusia yang sekaligus responsif terhadap tekanan publik untuk berprestasi. Bagian terpenting dari kesatuan pendidikan adalah integrasi antara domain afektif (emosi, sikap, nilai) dan domain kognitif (pengetahuan intelektual dan kemampuan pikir). Penelitian dalam artikel ini menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ialah sumber data primer yang diperoleh melalui wawancara kepada kepala madrasah, guru, siswa, dan serta hal-hal yang berkaitan dalam kajian tentang kurikulum tersebut, Teknik dalam pengumpulan data kualitatif yaitu: Observasi, Wawancara (interview), dan Dokumentasi. Hasil penelitian yang berlandas pada karakter kurikulum humanistik adalah karakter integralistik dapat kita lihat dari tujuan pengembangan kurikulum pendidikan MI ini yang mana mengintegrasikan antara kesuksesan dunia dengan kebahagiaan akhirat, dari karakter bahwa peran guru tidak otoritatif bisa kita lihat dalam pembelajaran berbasis diskusi, dalam hal ini peserta didik diberikan kesempatan untuk mencari pengetahuan dengan cara membaca melalui buku-buku dan menelaah materi yang telah disampaikan yang disediakan oleh guru tersebut, dan juga kegiatan shalat dhuha berjamaah. Karakter kurikulum humanistik lainnya berupa pembelajaran bersifat kooperatif terlihat dalam kegiatan hafalan surah-surah dan juga belajar baca tulis Al-Qur’an dalam hal ini peserta didik diajarkan memiliki jiwa kerja sama, gotong royong dan juga bertanggung jawab.