Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Konsep Steam Education Era 4.0. dalam Internalisasi Literasi Kewarganegaraan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah Fatahillah, Fatahillah; Budiarti, Yessi; Ashidiqqie, Iqbal
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 2 No. 02 (2022): Artikel Riset Edisi Agustus 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v2i02.1646

Abstract

Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah adalah sumber Literasi Nilai Kewarganegaraan dan Sosial yang pokok bagi segenap Kader Muhammadiyah yang harus senantiasa dijaga kesinambungan arus Internalisasi nilainya melalui pembelajaran di Sekolah Muhammadiyah Tingkat Sekolah Dasar,  sementara pada masa Pandemi Covid 19 diberlakukan Pembatasan aktivitas sosial yang mengganggu aktivitas pembelajaran terutama dalam Internalisasi Literasi, kemudian Peneliti melakukan penelusuran mengenai apa yang terjadi berdasarkan sudut pandang STEAM Education dalam dua rumusan masalah sebagai pertanyaan dalam penelitian ini yakni: 1) Bagaimana Implementasi Internalisasi Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah di Masa Pandemi Covid-19 apabila dikaji mengacu pada Konsep Steam Education. 2) Langkah apa saja yang harus dilakukan untuk melakukan Internalisasi Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah di masa Pandemi Covid -19 berdasarkan acuan Konsep Steam Education. Penelusuran. Penelitian menggunakan Pendekatan Kualitatif dengan mengambil tradisi Fenomenologi, dianalisis menggunakan teori analisis Domain. Implementasi Internalisasi dilakukan secara Cross Dicipliner, Eksploratif, dan Konstektual yang dihadapkan pada tantangan keterbatasan Kemampuan dan sarana; Langkah yang harus dilakukan dengan menggunakan Pendekatan Saintifik melalui Proses Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi, Mengasosiasikan, Mengkomunikasikan. Implementasi berjalan baik namun dihadapkan beberapa tantangan baik bersifat konseptual maupun bersifat teknis; langkah yang dilaksanakan sudah cukup tepat, namun kurang berlandaskan pada kaidah ilmiah.
Penggunaan Konsep Steam Education Era 4.0. dalam Internalisasi Literasi Kewarganegaraan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah Fatahillah, Fatahillah; Budiarti, Yessi; Ashidiqqie, Iqbal
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 2 No. 02 (2022): Artikel Riset Edisi Agustus 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v2i02.1646

Abstract

Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah adalah sumber Literasi Nilai Kewarganegaraan dan Sosial yang pokok bagi segenap Kader Muhammadiyah yang harus senantiasa dijaga kesinambungan arus Internalisasi nilainya melalui pembelajaran di Sekolah Muhammadiyah Tingkat Sekolah Dasar,  sementara pada masa Pandemi Covid 19 diberlakukan Pembatasan aktivitas sosial yang mengganggu aktivitas pembelajaran terutama dalam Internalisasi Literasi, kemudian Peneliti melakukan penelusuran mengenai apa yang terjadi berdasarkan sudut pandang STEAM Education dalam dua rumusan masalah sebagai pertanyaan dalam penelitian ini yakni: 1) Bagaimana Implementasi Internalisasi Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah di Masa Pandemi Covid-19 apabila dikaji mengacu pada Konsep Steam Education. 2) Langkah apa saja yang harus dilakukan untuk melakukan Internalisasi Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah di masa Pandemi Covid -19 berdasarkan acuan Konsep Steam Education. Penelusuran. Penelitian menggunakan Pendekatan Kualitatif dengan mengambil tradisi Fenomenologi, dianalisis menggunakan teori analisis Domain. Implementasi Internalisasi dilakukan secara Cross Dicipliner, Eksploratif, dan Konstektual yang dihadapkan pada tantangan keterbatasan Kemampuan dan sarana; Langkah yang harus dilakukan dengan menggunakan Pendekatan Saintifik melalui Proses Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi, Mengasosiasikan, Mengkomunikasikan. Implementasi berjalan baik namun dihadapkan beberapa tantangan baik bersifat konseptual maupun bersifat teknis; langkah yang dilaksanakan sudah cukup tepat, namun kurang berlandaskan pada kaidah ilmiah.