Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor lingkungan dan perbedaan kesesuaian habitat dari bambu betung di Kecamatan Golewa dan Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada. Penelitian ini menggunakan metode observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji jackknife untuk model habitat di Kecamatan Golewa terdapat 9 variabel lingkungan yang berpengaruh yakni ketinggian tempat, pH tanah, bio12, bio1, kemiringan lereng, bio13, bio10, bio19 dan bio4. Sedangkan Kecamatan Soa terdapat 7 variabel lingkungan yang berpengaruh yakni pH tanah, bio10, bio13, bio1, bio12, ketinggian tempat dan kemiringan lereng. Kesesuaian habitat bambu betung di Kecamatan Golewa memiliki nilai habitat tidak sesuai 0-0,2 dengan luas wilayah 0,0070 ha, habitat kurang sesuai 0,2-0,6 dengan luas wilayah 1.096,00 ha, habitat sesuai 0,6-0,8 dengan luas wilayah 262,170 ha, habitat sangat sesuai 0,8-1 dengan luas wilayah 134,323 ha. Sedangkan Kecamatan Soa memiliki nilai habitat tidak sesuai 0-0,4 dengan luas wilayah 0,0044 ha, habitat kurang sesuai 0,4-0,6 dengan luas wilayah 245,620 ha, habitat sesuai 0,6-0,8 dengan luas wilayah 191,573 ha, habitat sangat sesuai 0,8-1 dengan luas wilayah 110,787 ha.