ABSTAK : Preferensi seseorang dalam memilih makanan sangat subjektif. Saat ini banyak generasi muda yang lebih banyak memilih makanan cepat saji atau makanan modern dibandingkan makanan tradisional, dikarenakan mereka menganggap jika makanan modern adalah makanan bergengsi, tanpa mempertimbangkan jika dalam makanan cepat saji tersebut lebih banyak mengandung bahan kimia yang memiliki efek samping terhadap kesehatan.Metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mendapatkan data dalam bentuk angka atau statistik. dimana pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang isinya berupa pernyataan-pernyataan yang bisa mengukur persepsi konsumen.Ternyata setelah dilakukan penelitian terhadap 23 mahasiswa, 50% dari mahasiswa tersebut lebih sering mengkonsumsi makanan cepat saji dibandingkan makanan tradisional walaupun pemahaman mereka cukup tinggi terhadap bahan kimia dan efek sampingnya. Dilihat dari hasilnya, 95,8% dari mahasiswa tersebut mengetahui jika makanan cepat saji lebih banyak mengandung bahan kimia yang berbahaya dibandingkan makanan tradisional.Pemahaman yang tinggi terhadap bahan kimia ternyata tidak berpengaruh terhadap preferensi seseorang terhadap makanan yang akan dikonsumsinya, dikarenakan seseorang masih mendahulukan keinginan dibandingkan dengan kebutuhan, yaitu kebutuhan makanan yang sedikit bahan kimia untuk kesehatan.