Atap adalah pelindung rangka atap suatu bangunan secara keseluruhan terhadap pengaruh cuaca: panas, hujan, angin dsb. Persyaratan penutup atap yang baik adalah awet dan kuat tahan lama. Kejelekan beton adalah mempunyai sifat getas dan kurang mampu menahan tegangan tarik dan berat sendirinya besar. Usaha peningkatan kualitas beton sampai sekarang ini masih terus dilakukan baik peningkatan kuat tekan, Tarik maupun lentur, bahkan sampai upaya untuk membuat beton itu ringan tetapi mempunyai kekuatan tinggi. Serat ijuk merupakan serat alami yang dihasilkan oleh pangkal pelepah pohon enau (arenga pinnata) yaitu tumbuhan bangsa palma. Melihat karakteristik serat ijuk yang mempunyai kekuatan tarik yang bagus, maka peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh penambahan serat ijuk sebagai bahan campuran dalam pembuatan genteng beton ditinjau dari kuat lentur, porositas dan impermeabilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Bahan tambah dalam pembuatan genteng beton yang ditinjau dari kuat lentur, penyerapan air (porositas) dan ketahanan terhadap rembesan air (impermeabilitas). Benda uji dibuat dengan Tiga variasi pencampuran yaitu 0%; 4%; 8 dari volume (pasir) genteng beton. Dari pengujian bahan penyusun genteng beton yang berupa pasir Muntilan, semen dan air. Hasilnya yaitu pasir Muntilan masuk pada gradasi pasir agakkasar (zona 2), air tidak berwarna dan berbau, kemasan semen tidak cacat dan butiran semen tidak menggumpal. Hasil pengujian genteng beton sebagai berikut untuk pengujian kuat tekan 8.982 mpa; 3.409 mpa; 8.523 mpa dengan berat sempel genteng beton secara berurutan yaitu 233 gr; 336 gr; 241 gr. Untuk hasil pengujian penyerapan air semuanya tidak ada tetesan air dibagian bawah permukaan genteng. Dari hasil pengujian, genteng beton dengan variasi penambahan bahan kimia yaitu foam agent sebesar 0,5% memenuhi persyaratan yang ada di SNI 0096:2007.