TBC paru-paru, juga dikenal sebagai TBC paru, adalah infeksi yang mempengaruhi paru-paru dan disebabkan oleh bakteri yang disebut Mycoterium tuberculosis. Tuberkulosis paru masih menjadi masalah yang menyerang masyarakat di seluruh dunia. Lebih dari tujuh puluh lima persen orang yang berada dalam usia kerja akan menderita tuberkulosis paru pada suatu saat dalam hidup mereka. Pasien yang menderita tuberkulosis paru mungkin lebih sulit untuk sembuh dari penyakitnya tergantung pada sejumlah faktor, termasuk usia, tingkat pendidikan, status gizi, kondisi lingkungan, dan kepatuhan minum obat. Pasien yang menderita TB paru sedang diteliti di Rumah Sakit Pemerintah X di Denpasar, Indonesia, untuk mengetahui bagaimana kepatuhan pengobatan mempengaruhi peluang pasien untuk sembuh dari penyakitnya. Studi berdasarkan pengamatan akan dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan ini. Pasien disurvei menggunakan data yang diambil dari file medis mereka sebagai sumber informasi. Ukuran sampel untuk penyelidikan khusus ini terdiri dari 53 pasien yang berbeda. Nonprobability Dalam penelitian ini pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Pasien yang tidak meminum obatnya sesuai petunjuk dapat dibagi menjadi dua kategori: mereka yang sesat dan mereka yang tidak patuh. Para peneliti yang melakukan penelitian di RS Pemerintah X Denpasar menemukan bahwa tidak ada hubungan antara kepatuhan pasien berobat dengan tingkat kesembuhan pasien tuberkulosis paru. Ada hubungan yang bermakna secara statistik (p = 0,000) antara pasien di RS Pemerintah X Denpasar yang minum obat sesuai resep dengan tingkat keberhasilan penyembuhan tuberkulosis paru dengan obat lebih tinggi. Tingkat kerjasama memainkan peran besar dalam keseluruhan signifikansi penyembuhan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa tingkat penyembuhan sebanding dengan kekuatan hubungan kekuatan, yang dalam hal ini sama dengan nilai 0,681 Pasien yang membaik, minum obat sesuai resep, dan tuberkulosis.