Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberian Ringer Lactate Vs Normal Saline Untuk Tatalaksana Ketoasidosis Diabetik : Manakah Yang Lebih Baik ? Tanely, Winnia; Fahira, Cindy; Analdi, Vanessa; Khanna, Yosie; Ngamelubun, Laetitia
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketoasidosis diabetik (DKA) adalah kondisi diabetes yang mengancam jiwa yang ditandai dengan gangguan metabolisme dan homeostasis. Selain identifikasi penyebab pencetus secara tepat waktu, langkah pertama dalam penatalaksanaan akut gangguan ini meliputi pemberian cairan intravena (IV) secara agresif. Dua jenis cairan infus yang biasa digunakan untuk penggantian cairan umum pada pasien rawat inap adalah Balanced Electrolyte Solutions (BES) seperti Ringer Lactate (RL) dan Normal Saline 0,9% (NS). Pedoman saat ini menyarankan penggunaan NS sebagai cairan resusitasi pilihan. Namun, kelebihan kandungan klorida NS dapat menyebabkan metabolisme hiperkloremik. BES seperti larutan Ringer Lactate (RL) telah diusulkan sebagai alternatif karena kecenderungan yang lebih rendah untuk menyebabkan komplikasi ini dan berpotensi dapat memfasilitasi resolusi yang lebih cepat. Bukti mengenai penggunaan BES dalam DKA masih terbatas. Untuk menentukan apakah penggunaan RL dalam resusitasi cairan menyebabkan resolusi DKA lebih cepat dibandingkan dengan NS. Jenis penelitian ini adalah kajian literatur. Studi ini melibatkan pencarian literatur yang komprehensif dari PubMed, Google Scholar, EBSCO, dan Science Direct tentang uji klinis yang membahas penggunaan BES vs NS dalam resusitasi cairan pada DKA. Waktu penyelesaian DKA diperiksa sebagai titik akhir primer. Pencarian literatur termasuk 19 studi yang disaring secara individual. Sebanyak 24 studi diidentifikasi tetapi 5 studi dikeluarkan karena tidak relevan dalam hasil kepentingan dan target populasi. Kajian ini menunjukkan bahwa penggunaan RL untuk resusitasi cairan pada DKA terbukti lebih unggul daripada NS 0,9% dalam hal mengurangi DKA lebih cepat.
Prevalensi Hiperurisemia pada Kelompok Lansia Segara Santhi di Desa Kelating, Kerambitan Tabanan: Studi Cross Sectional Aryani, Ni Made; Fahira, Cindy; Lestari, I Dewa Ayu Made Dian; Putra, Kadek Nova Adi; Wirawan, I Made Suma
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i3.57934

Abstract

This study examines the design of a collaboration between SMEs producing goat milk soap and the Hilton hotel chain, aiming to identify an effective and sustainable partnership model. Using a qualitative approach with a case study design, the research involves in-depth interviews, observations, document analysis, and focus group discussions with various stakeholders. The results reveal that successful partnerships require knowledge and technology transfer, production capacity enhancement, quality standardization, and joint marketing strategies. The findings indicate significant potential for improving SME competitiveness, diversifying hotel products, and promoting local economic development. However, challenges such as differences in operational scale, investment needs, and regulatory adaptation need to be addressed. The proposed partnership model emphasizes the importance of long-term commitment, human resource development, and integration of sustainable practices. This research contributes to the understanding of SME-large enterprise partnership dynamics and offers practical implications for policymakers and business practitioners.