Migrain merupakan keadaan yang ditandai dengan episode sakit kepala sedang hingga berat, biasanya unilateral, mual dan muntah, serta berkaitan dengan peningkatan kepekaan terhadap cahaya dan suara. Faktor risiko migrain berupa genetik, stres, perubahan hormon, ovulasi, kehamilan, alkohol, merokok dan kurang tidur. Kafein dosis yang sesuai diketahui dapat digunakan sebagai terapi adjuvan dalam pengobatan migrain dengan mekanisme kerjanya yang kompleks. Sebaliknya apabila kafein dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dan dalam waktu yang lama, kemudian berhenti makan dapat menyebabkan terjadinya migrain. Sumber literatur yang digunakan yaitu Pubmed, Google scholar, Medline, Ebsco, Hindawi, Science direct dan Cochrane. Setelah ditemukan berbagai literatur yang sesuai maka penulisan literatur dimulai. Kafein terdapat dalam berbagai macam produk, salah satunya adalah kopi. Kafein dengan dosis yang tepat yaitu sekitar 50 – 100 mg dapat digunakan sebagai terapi dalam mengobati migrain sesuai dengan mekanisme kerjanya. Withdrawal kafein yang terjadi dalam 24 jam setelah konsumsi kafein reguler lebih dari 200 mg/hari selama 2 minggu merupakan salah satu faktor risiko terjadinya migraine. Hal ini menunjukan bahwa kafein dapat berguna untuk terapi migrain, tetapi juga dapat menjadi pemicu migrain. Migrain merupakan keadaan sakit kepala yang kompleks dengan faktor risiko dan tanda gejalanya. Penggunaan kafein telah diketahui dapat berfungsi sebagai terapi migrain tetapi apabila dikonsumsi dalam jumlah yang tidak sesuai maka dapat menyebabkan terjadinya migrain.