Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Ekstrak Daun Sirih Dan Daun Jambu Biji Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Penyebab Abses Periodontal Sari, Fitri Iman; Citra, Sri Ayuni; Ginting, Rapael; Simanjuntak, Mafe Robby; Simangunsong, Pahala Maringan J
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi dan penyakit periodontal dikenal sebagai masalah kesehatan mulut teratas di negara berkembang dan maju yang mempengaruhi sekitar 20-50% penduduk dunia. Staphylococcus aureus menjadi suatu bakteri yang menyebabkan abses periodontal. Abses periodontal ialah penyakit infeksi yang mengakibatkan kerusakan di dalam jaringan pendukung gigi. Daun sirih di dalamnya terkandung komponen aktif misalnya minyak atsiri dan zat yang bersifat antimikroba seperti eugenol, kavikol, kavibetol, tannin, karvakol, kariofilen, hidroksikavikol dan asam askorbat. Daun jambu biji memiliki beragam senyawa aktif, antara lain tanin, triterpenoid, flavonoid, dan saponin sehingga daun jambu biji berkhasiat misalnya antidiare, antibakteri, efek kuratif, dan berpengaruh terhadap penyakit periodontal. Kedua daun tersebut terbukti mempunyai efek antibakteri. Tujuan yang hendak diwujudkan melalui riset ini adalah guna memperoleh suatu informasi terkait efektivitas yang terdapat pada ekstrak daun sirih dan daun jambu biji untuk mengakibatkan terhambatnya bakteri Staphylococcus aureus penyebab abses dalam bertumbuh di periodontal pada manusia. Riset ini ialah quasi eksperiment dimana menggunakan rancangan posttest only with control group design. Sampel yang dipergunakan ialah biakan bakteri Staphylococcus aureus. Pengujian daya hambat dengan teknik difusi disk. Ekstrak daun sirih dan daun jambu biji dimana pembuatannya menerapkan teknik maserasi menggunakan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% dan diulangi sejumlah empat kali. Hasil yang diperoleh pada uji antibakteri, konsentrasi 100% merupakan konsentrasi daya hambat optimal pada daun sirih dan daun jambu biji. Dan daun jambu biji mempunyai daya hambat yang melebihi daun sirih. Hasil yang diperoleh pada uji One Way Anova didapatkan nilai p: <0.001 (p<0.05) bagi ekstrak daun sirih dan p: <0.001 (p<0.05) bagi ekstrak daun jambu biji. Persoalan ini memperlihatkan dijumpainya perbedaan luas zona hambat yang signifikan antara konsentrasi 25%, konsentrasi 50%, konsentrasi 75%, konsentrasi 100%, kontrol positif, dan kontrol negatif pada ekstrak daun sirih dan ekstrak daun jambu biji. Kesimpulannya, ekstrak daun sirih dan daun jambu biji efektif dalam memberikan hambatan terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien Terhadap Layanan Jaminan Kesehatan Nasional Di Ruang Rawat Inap Puskesmas Bagan Batu Tahun 2022 Sitorus, Junaita Lambuena Br; Chandra, Perry Boy; Simangunsong, Pahala Maringan J
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3316

Abstract

Kepuasan pasien adalah harapan pasien yang dihasilkan dari kegiatan tenaga kesehatan sebagai akibat pemberian pelayanan kesehatan selama berinteraksi dengan pasien dalam upaya memberikan pelayanan. Pemenuhan kepuasan pasien terhadap layanan Jaminan Kesehatan Nasional di Ruang Rawat Inap Puskesmas bagan batu merupakah hal yang penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional yang diberikan di ruang rawat inap Puskesmas Bagan Batu. Penelitian ini menggunakan metodologi analitik cross-sectional dan dengan strategi pengambilan sampel stratified random sampling dengan jumlah responden 92 orang. Peneliti menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square untuk analisis data. Temuan penelitian ini menunjukkan (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan pasien berdasarkan kehandalan dengan tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan di Puskesmas Bagan Batu dengan P-Value (0,0366) < 0,05. (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan pasien berdasarkan daya tanggap dengan tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan di Puskesmas Bagan Batu dengan P-Value (0,0058) < 0,05. (3) Tidak terdsapat hubungan yang signifikan antara kepuasan pasien berdasarkan bukti fisik dengan tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan di Puskesmas Bagan Batu dengan P-Value (0,92) > 0,05. (4) Terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan pasien berdasarkan empaty dengan tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan di Puskesmas Bagan Batu dengan PValue (0,0059) < 0,05. Berdasarkan hal tersebut diatas maka Puskesmas Bagan Batu diharapkan lebih memperhatikan pelayanan yang ditawarkan untuk mencapai tingkat kepuasan pasien yang lebih maksimal.Kata kunci: Kepuasan Pasien, JKN, PuskesmasPatient satisfaction is the patient's expectations resulting from the activities of health workers as a result of providing health services while interacting with patients in an effort to provide services. Fulfillment of patient satisfaction with the National Health Insurance service in the Inpatient Room of the Bagan Batu Health Center is an important thing. The purpose of this study was to determine the variables that affect patient satisfaction with the National Health Insurance services provided in the inpatient ward of the Bagan Batu Health Center. This study used a cross-sectional analytic methodology and a stratified random sampling strategy with 92 respondents. The researcher used univariate and bivariate analysis with chi square test for data analysis. The findings of this study indicate (1) There is a significant relationship between patient satisfaction based on reliability with the level of importance and satisfaction level at the Bagan Batu Health Center with P-Value (0.0366) <0.05. (2) There is a significant relationship between patient satisfaction based on responsiveness with the level of importance and satisfaction level at the Bagan Batu Health Center with P-Value (0.0058) <0.05. (3) There is no significant relationship between patient satisfaction based on physical evidence and the level of importance and satisfaction level at the Bagan Batu Health Center with P-Value (0.92) > 0.05. (4) There is a significant relationship between patient satisfaction based on empathy with the level of importance and satisfaction level at the Bagan Batu Health Center with P-Value (0.0059) <0.05. Based on the above, the Bagan Batu Health Center is expected to pay more attention to the services offered to achieve a maximum level of patient satisfaction.Keywords: Patient Satisfaction, JKN, Puskesmas