Hipertensi merupakan suatu faktor resiko penting yang dapat mengarah pada terjadinya komplikasi kardiovaskular. Hipertensi sendiri dikategorikan sebagai the silen disease karena penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efek samping obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di salah satu Rumah Sakit di Kabupaten Bandung Barat. ?Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penyelesaian Tugas Akhir ini yaitu dengan cara penyebaran kuesioner, wawancara, dan studi pustaka yang relevan dengan pokok permasalahan. Hasil penelitian ini berdasarkan jenis kelamin, usia, dan pekerjaan. Pasien penderita hipertensi yang paling banyak yaitu jenis kelamin perempuan sebanyak 12 responden (60%), berusia 44-60 tahun sebanyak 12 responden (60%), dan pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga 10 responden (50%). Golongan obat yang paling sering digunakan adalah obat golongan CCB (Calcium Channel Blocker), yaitu amlodipin 10mg sebanyak 15 responden (75%) dari 20 responden. Sedangkan obat furosemid 40mg sebanyak 3 responden (15%), bisoprolol 5mg sebanyak 1 responden (5%) dan amlodipin 5mg sebanyak 1 responden (5%). Efek samping yang paling paling banyak di alami penderita hipertensi yaitu mulut kering, kelelahan pada tubuh, pusing serta gatal-gatal. ?Sehingga dapat disimpulkan bahwa orang dewasa berjenis kelamin perempuan paling banyak menderita hipertensi, terapi antihipertensi paling banyak digunakan adalah amlodipin 10mg.