Sediaan Apus Darah Tepi (SADT) merupakan slide yang salah satu permukaannya dilapisi lapisan darah tipis, difiksasi menggunakan methanol (methyl alkohol) dan diwarnai dengan pengecatan giemsa atau wright. Methanol yang baik digunakan untuk fiksasi memiliki kandungan air kurang dari 3% dengan konsentrasi larutan 96%. Methanol yang dibiarkan terlalu lama terbuka akan menguap dan mengalami penurunan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya pengaruh dari variasi waktu fiksasi SADT pada pewarnaan giemsa terhadap morfologi sel darah merah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen dengan jumlah sampel 24 dalam bentuk sediaaan apusan darah tepi dibagi 4 berdasarkan variasi waktu fiksasi yaitu 3 menit, 5 menit, 10 menit, dan 15 menit. Waktu fiksasi 3 menit menunjukan morfologi sel darah merah pada preparat dalam kondisi baik 100%, pada waktu 5 menit hasil krenasi sedang menjadi 16,7%, pada waktu 10 menit hasil krenasi sedang menjadi 50,0%, pada waktu 15 menit hasil krenasi sedang menjadi 83,3%. Hasil penelitian menunjukan waktu yang tepat untuk fiksasi pada waktu 3 menit. Hasil uji statistik Chi Square didapatkan nilai signifikan (P value) 0,015 (<0,05) sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang jelas terhadap hasil mikroskopis bentuk sel darah merah dengan variasi waktu pada proses fiksasi sediaan apusan darah tepi.