Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENCAPAI DESA WISATA UNGGULAN DENGAN PROGRAM ECOBRICK PADA OBJEK WISATA RANU BEDALI B, Wahyu Afton; Puspitasari, R.A Helda; F, Chika Yusnika; S, Hernanda Dwi; F, Ina Rotul; S, Elvina Nadiyatus; R, Dina Nur; Ramadhani, Adam; T, Audri Naifatha; A, Sherly Sayyida; N. A, Fitroh Hifni; F, Achmad Dedi; A, Falsa Kikit
Jurnal Pengabdian Masyarakat Applied Vol. 3 No. 1 (2024): JPMA Vol 3 No 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wisata Ranu bedali merupakan bagian dari tiga danau segitiga yang berada di Kab. Lumajang. Akan tetapi, dengan adanya wabah covid-19 pada tahun 2020 menyebabkan penurunan angka kunjungan wisatawan di wisata Ranu Bedali. Hal ini mengakibatkan sepinya wisata akibat dampak dari wabah COVID-19 dan kurangnya pembaharuan pada wisata sehingga membuat wisatawan bosan dan enggan berkunjung. Masalah Kedua, banyaknya sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan oleh masyarakat, karena masyarakat tidak mengetahui bagaimana cara pengolahan sampah yang baik dan benar. Masyarakat desa Ranu Bedali belum memiliki tempat pembuangan sementara (TPS) sampah. Tujuan dari artikel ini meningkatkan kepedulian masyarakat desa Ranu Bedali terhadap pentingnya pengelolaan sampah dengan mengurangi dan mendaur ulang sampah anorganik sehingga bisa menarik kembali perhatian wisatawan untuk mengunjungi wisata Ranu Bedali. Ecobrick adalah teknik pengelolaan sampah plastik yang bertujuan untuk mengurangi sampah plastik, serta mendaur ulangnya dengan media botol plastik untuk dijadikan sesuatu yang berguna. Metode yang digunakan oleh mahasiswa KKN UNEJ Kelompok 177 yaitu melakukan pendekatan pada warga Desa Ranu Bedali melalui pelaksanaan beberapa kegiatan yaitu. Pengumpulan dan Pemilahan Sampah, Pembuatan Ecobrick, Pembuatan Spot Foto, Pelatihan serta Konsultasi dan Pendampingan.
Perilaku Petani Terhadap Penggunaan Pupuk Organik Maggot di Desa Sukamakmur Kecamatan Ajung Kabupaten Jember Ramadhani, Adam; Novikarumsari, Nurul Dwi
AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension Vol 49, No 1 (2025): May
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agritexts.v49i1.92480

Abstract

Organic fertilizer restores soil conditions as an effort to implement sustainable agriculture. This organic fertilizer is made from plants, animal manure, household waste, and decomposing organisms like maggots or black soldier fly. Tirto Bakti 2 group in Sukamakmur Village, Ajung Sub-district, Jember Regency, is the only farmer group utilizing maggots to make organic fertilizer, introduced by the Maggot Community Jember (KMJ). The use of maggot organic fertilizer by this group has reduced the need for chemical fertilizers from 7 to 5 quintals per hectare, saving costs by 40%. This quantitative study aims to understand farmers’ behavior towards using maggot organic fertilizer. The research was conducted in Sukamakmur Village with a population of 150 farmers, and a sample of 60 respondents was taken using the Slovin formula with a 10% margin of error and proportionate stratified random sampling method. Data were collected through observation, questionnaires, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using the Likert scale and Rank Spearman analysis. The results showed that respondents using maggot fertilizer had high behavior, especially in the affective component, while non-users tended to have low behavior with a dominant behavioral component. Age, farming duration, and land ownership factors did not significantly relate to farmers’ behavior in using maggot organic fertilizer. However, education had a significant relationship, where higher education levels encouraged the use of this fertilizer.