Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan pengalaman kekerasan seksual dengan kesehatan mental mahasiswa di Kota Bandung Utomo, Shella Febrita Puteri; Yuliani, Anita; Nurfadilah, Nisa; Islah, Ajeng
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2024): October Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v3i2.911

Abstract

Background: Sexual violence against students on campus has become an important issue. The experience of sexual violence among students certainly has a direct impact on mental health and affects the academic process so that students do not receive well-being and experience prolonged trauma. Purpose: To assess the experience of sexual violence and mental health among students in the campus environment. Method: A descriptive quantitative cross sectional approach, the population in this study were all students using a convenience sampling technique so that data was obtained as many as 216 respondents. The instrument uses the SDQ-20. Data analysis used the chi-square test. Results: A relationship between the experience of sexual violence and mental health status with a sig value showing a P value of 0.000. Conslusion: The experience of incidents of sexual violence has become a mental health problem with complaints, anxiety, somatic and depression. This research can be input for policy makers in education to design further more effective prevention and support programs in the campus environment. Keywords: Mental Health; Students Experience; Sexual Violence. Pendahuluan: Kekerasan seksual pada mahasiswa di lingkungan kampus sudah menjadi isu yang penting. Pengalaman dari kekerasan seksual pada mahasiswa tentu berdampak langsung pada kesehatan mental dan mempengaruhi proses akademik sehingga mahasiswa tidak mendapatkan kesejahteraan serta mengalami trauma berkepanjangan. Tujuan: Untuk menilai adanya hubungan pengalaman kekerasan seksual dengan kesehatan mental pada mahasiswa. Metode: Deskriptif kuantitatif pendekatan cross sectional, populasi pada penelitian ini seluruh mahasiswa dengan teknik convenience sampling sehingga di dapatkan data sebanyak 216 responden. Instrumen menggunakan SDQ-20. Analisa data menggunakan uji chi -square. Hasil: Adanya hubungan antara pengalaman kekerasan seksual dengan status mengalami kesehatan mental dengan nilai sig menunjukan P Value 0,000. Simpulan: Pengalaman atas kejadian kekerasan seksual menjadi masalah kesehatan mental dengan keluhan, cemas, somatik, dan depresi. Penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pengambil kebijakan di pendidikan untuk merancang program pencegahan dan dukungan lebih lanjut yang lebih efektif di lingkungan kampus. Kata-kata kunci: Kesehatan Mental, Mahasiswa Pengalaman Kekerasan Seksual.  
IMPLEMENTASI TERAPI BERMAIN EDUKATIF UNTUK MENDUKUNG PEMULIHAN PSIKOSOSIAL ANAK KORBAN BENCANA LONGSOR: Implementation of Educational Play Therapy to Support the Psychosocial Recovery of Children Affected by Landslides Lusiani, Eli; Utomo, Shella Febrita Puteri; Rahmat, Rahmat
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v4i1.257

Abstract

Bencana longsor tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak pada kondisi psikososial anak usia sekolah, yang terdampak seperti munculnya kecemasan, ketakutan, penurunan konsentrasi belajar, dan perubahan perilaku. Anak kelas VI sekolah dasar termasuk kelompok rentan karena berada pada fase perkembangan kognitif dan emosional yang sensitif terhadap pengalaman traumatis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pemulihan psikososial anak korban longsor melalui implementasi terapi bermain edukatif. Metode yang digunakan berupa sesi terapi bermain berbasis edukasi dengan pendekatan interaktif, meliputi permainan kelompok, diskusi, serta tanya jawab yang mendorong ekspresi emosi dan penguatan koping positif. Sampel kegiatan adalah anak usia sekolah kelas VI yang terdampak langsung bencana longsor sejumlah 30 . Hasil kegiatan menunjukkan anak lebih aktif berpartisipasi, mampu mengekspresikan perasaan, menunjukkan peningkatan interaksi sosial, serta memahami strategi sederhana dalam mengelola emosi dan rasa takut. Secara aplikatif, terapi bermain edukatif dapat menjadi media efektif dalam memberikan dukungan psikososial berbasis sekolah pada situasi pascabencana. Kesimpulan pendekatan ini membantu meningkatkan adaptasi psikososial anak dan menurunkan kecemasan.