p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Desainpedia
Wijaya, Jason Marcellinus
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan Interior Kafe Patdua Surabaya: Integrasi Identitas Merek Bergaya Futuristik pada Elemen Desain Audrey, Eugenia; Wijaya, Jason Marcellinus
Desainpedia: Jurnal Desain Produk dan Desain Komunikasi Visual Vol 3, No 1 (2024): Urban Design, Lifestyle & Behaviour
Publisher : Universitas Pembangunan Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36262/dpj.v3i1.1013

Abstract

Kafe Patdua yang terletak di Surabaya memiliki permasalahan utama yaitu kurangnya minat dan loyalitas pengunjung akibat faktor estetika, kenyamanan, penataan layout dan pengolahan elemen interior yang kurang maksimal dan kurang sesuai dengan branding kafe. Oleh karena itu, dilakukan re-desain interior kafe Patdua yang mengintegrasikan identitas merek bergaya futuristik. Perancangan ulang bertujuan untuk menciptakan desain interior kafe berbasis manusia dan aktivitasnya yang modern dan inovatif sesuai dengan tema futuristik serta identitas merek. Metode perancangan yang digunakan berupa design thinking yang terdiri dari Emphatize (studi literatur dan observasi lapangan), Define (berupa analisis kebutuhan, masalah, dan solusi), Ideate (brainstorming ide), Prototype (membuat keputusan dan kelengkapan desain), serta Test (review dan realisasi desain). Dalam pembahasan dan analisis data, dilakukan penyesuaian elemen desain untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan memperkuat identitas merek. Kesimpulannya, perancangan kafe berhasil mengintegrasikan identitas merek bergaya futuristik pada estetika dan fungsionalitas yang diharapkan dapat meningkatkan daya tarik serta loyalitas pelanggan.
Re-desain Interior Co-working Space SUB Co Spazio dengan Pendekatan Ekologi Interior di Surabaya Wijaya, Jason Marcellinus; Audrey, Eugenia -
Desainpedia: Jurnal Desain Produk dan Desain Komunikasi Visual Vol 3, No 1 (2024): Urban Design, Lifestyle & Behaviour
Publisher : Universitas Pembangunan Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36262/dpj.v3i1.1007

Abstract

Abstract — Co-working spaces have emerged as a popular solution for individuals and companies seeking dynamic work environments. However, the SUB Co Spazio co-working space in Surabaya faces challenges regarding comfort and conducive working conditions. Insufficient supporting facilities, inadequate lighting, and cleanliness and material issues affect the user experience. This research aims to redesign the workspace using an interior ecological approach to create a sustainable, ecological, and modern environment. The design method employs a five-stage design thinking approach: Empathize, Define, Ideate, Prototype, and Test. In the discussion, aspects of interior ecological approach such as spatial organization, material usage, lighting, waste management, electromagnetic emissions, indoor pollution, ventilation, and chemical and biological attacks are analyzed. The result is a redesigned co-working space that optimizes the user experience while considering environmental sustainability. Keywords: Co-working space; re-design: interior ecology; sustainable design, design thinking Abstrak — Co-working space menjadi solusi populer bagi individu dan perusahaan yang mencari lingkungan kerja yang dinamis. Namun, Co-working Space SUB Co Spazio di Surabaya menghadapi tantangan terkait kenyamanan dan situasi kerja yang kurang mendukung. Kurangnya fasilitas pendukung, pencahayaan yang tidak memadai, serta masalah kebersihan dan material mempengaruhi pengalaman pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kembali ruang kerja tersebut dengan pendekatan ekologi interior untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan, ekologis, dan modern. Metode perancangan menggunakan pendekatan design thinking  dengan lima tahap: Emphatize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Dalam pembahasan, aspek pendekatan ekologi interior seperti organisasi ruang, penggunaan material, pencahayaan, manajemen sampah, emisi elektromagnetik, polusi dalam ruang, penghawaan, serta serangan kimia dan biologis dianalisis. Hasilnya adalah re-desain co-working space yang mengoptimalkan pengalaman pengguna sambil memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Kata Kunci: Co-working space; re-desain; ekologi interior; desain berkelanjutan; design thinking.