Zayyan, Nisrina Habibah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ayam Petarung Sebagai Ide Penciptaan Busana Wanita Zayyan, Nisrina Habibah
Corak Vol 12, No 2 (2023): Corak : Jurnal Seni Kriya
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v12i2.8850

Abstract

Cockfighting is an activity of pitting one rooster against another. . In holding cockfights, people usually also carry the chicken bags they carry. The bag used is quite interesting because of its unique shape adapted to its function, namely carrying chickens. What's interesting about this bag is the motif on the bag which can also be used as a characteristic by the owner. From the uniqueness of the bag, it can attract attention because of its shape, so the author made the idea for the bag as clothing or a work of art as a functional object. Steps that can be carried out using techniques by S.P Gustami, by implementing 3 stages of 6 detailed steps that will be carried out such as the Exploration, Design and embodiment stages. The process goes through such as making a pattern design, moving the pattern on the predetermined media, coloring the media, then sagging the night from the media, finally by compiling the media on the framework. This work can be used as a free and unique event.ABSTRAKSabung ayam adalah kegiatan mengadu antara ayam jago satu dengan ayam jago lainnya. . Dalam melakukan sabung ayam biasanya orang-orang juga membawa tas ayam yang dibawanya. Tas yang digunakan terbilang menarik karena bentuknya yang unik disesuaikan dengan fungsinya, yaitu membawa ayam, hal yang menarik yang ada dalam tas ini adalah motif pada tas yang dapat juga dijadikan sebagai ciri khas oleh sang pemilik. Dari keunikan tas tersebut dapat menarik perhatian karena wujudnya sehingga penulis menjadikan ide untuk tas tersebut sebagai busana maupun karya seni sebagai benda fungsional. Langkah yang dapat dilakukan dengan menggunakan teknik oleh S.P Gustami, dengan menerapkan 3 tahap 6 langkah detail yang akan dilakukan seperti tahap Eksplorasi, Perancangan dan perwujudan. Proses yang dilalui seperti membuat desain pola, memindah pola pada media yang telah ditentukan, mewarna media tersebut, kemudian melorod malam dari media, terakhir dengan menyusun media pada kerangka. Pada karya ini dapat digunakan sebagai pada acara yang bersifat bebas dan unik.
MUTIARA HITAM SEBAGAI IDE PENCIPTAAN BUSANA PESTA Zayyan, Nisrina Habibah
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.57190

Abstract

The background of the work is the many accessories worn by women in the form of pearls which are the inspiration for creating the work. Pearls can also be associated with the social class of each individual. Party attire is also an inspiration for visualizing black pearls because it feels suitable and is the right medium to maintain the impression of luxury, majesty, elegance and grace. Black pearls were chosen because they have very different colors depending on how they are cultivated and have different symbols, specifically black pearls contain symbols of dignity and self-respect. The creation of this work is to introduce clothing with a pearl theme where pearls are mostly used as a concept for jewelry and decoration, apart from that from a practical perspective it provides a new variety that stands out not only based on 2D motifs but also embossed or 3D. The method used in creating this work uses the method from SP Gustami, this method is generally used in creating craft works. The stages followed are Three Stages and Six Steps, with the stages carried out namely Exploration, Design and Realization. The exploration process is carried out by exploring the issues, ideas raised and developing designs. Design is carried out by creating alternative designs. Realization of work by realizing work from selected designs. These three works have the titles (1) Black Pearls Magnum Facere, (2) Black Pearls Gretta. (3) Black Pearls Apli gynaika. These three works were made using satin, tile and organza fabric. The materials used are chosen by considering the main ingredients, so that they have a balance in terms of texture, weight of the clothing, and placement on the clothing.Keywords: Black pearls, S.P Gustami Method, MaterialsAbstrakKarya yang memiliki latar belakang dari banyaknya ditemui aksesoris yang dikenakan oleh wanita berupa mutiara yang menjadikan inspirasi pembuatan karya. Mutiara juga dapat dikaitkan dengan kelas sosial dari tiap individual. Busana pesta juga menjadi inspirasi untuk memvisualisasikan mutiara hitam karena dirasa cocok dan merupakan media yang tepat dalam mempertahankan kesan mewah, megah, elegan, dan anggun. Mutiara hitam dipilih karena memiliki warna yang jauh berbeda-beda tergantung bagaimana cara membudidayakan dan memiliki simbol yang berbeda-beda, khusus pada mutiara hitam mengandung simbol martabat dan harga diri. Penciptan karya ini untuk memperkenalkan busana yang dengan tema mutiara di mana mutiara lebih banyak digunakan sebagai konsep dari perhiasan dan dekorasi, selain itu dari segi praktik memberikan ragam baru yang menonjol bukan hanya didasarkan motif bersifat 2D namun juga timbul atau 3D. Metode yang digunakan dalam penciptaan karya ini menggunakan metode dari SP Gustami, metode ini umumnya digunakan dalam menciptakan karya kriya. Tahapan yang dilalui dengan Tiga Tahap Enam Langkah, dengan tahapan yang dilakukan yaitu Eksplorasi, Perancangan, dan Perwujudan. Proses eksplorasi yang dilakukan dengan penggalian isu ide yang diangkat serta pengembangan desain. Perancangan yang dilakukan dengan membuat desain alternatif. Perwujudan karya dengan mewujudkan karya dari desain terpilih. Ketiga karya ini memiliki judul (1) Black Pearls Magnum Facere, (2) Black Pearls Gretta. (3) Black Pearls Apli gynaika. Ketiga karya ini dibuat menggunakan bahan kain satin, kain tile, dan kain organza. Material yang digunakan dipilih dengan mempertimbangkan bahan utama, agar memiliki keseimbangan dari segi tekstur, berat dari busana, dan peletakan pada busana.Kata Kunci: Mutiara hitam, Metode S.P Gustami, Material. Author:Nisrina Habibah Zayyan : Institut Seni Indonesia Yogyakarta ReferencesAdminlina. (2019, August). Mutiara Perhiasan Bangsawan Lintas Generasi. Pelakubisnis.Com. Retreived from https://pelakubisnis.com/2019/08/mutiara-perhiasan-bangsawan-lintas-generasi/Agustini, Sudhirta, I. G., & Angendari, M. D. (2018). Pengembangan Busana Pesta Malam Dengan Sumber Ide Dari Mitologi Kerajaan Yunani. Jurnal Bosaparis: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 9(3), 222“233. https://doi.org/https://doi.org/10.23887/jjpkk.v9i3.22152AR, S., Syukur, A., & Suryaningsih, S. (2018). Perbedaan Berat (gram) Bibit Kerang Mutiara (Pinctada Maxima) Antar Warna Cangkang Di Perairan Tekalok Lombok TImur NTB. JURNAL BIOLOGI TROPIS, 18(1), 34. https://doi.org/10.29303/jbt.v18i1.553Ayuningtari, A. W. K. (2022). Youth Cyberbullying Sebagai Tema Penciptaan Karya Seni Lukis. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 521“528. https://doi.org/https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.39164Fitrihana, N. (2011). Memilih Bahan Busana. Bahan Busana.Gustami, S. (2007). Butir-butir mutiara estetika timur¯: Ide dasar penciptaan seni kriya Indonesia. Prasista.Hasanah, F. H., & Hidayati, M. H. (2020). Penerapan Hiasan Bias Piping Pada Busana Pesta Malam Dengan Tema Lawang Sewu. Journal of Fashion and Textile Design Unesa, 1, 91“98. https://doi.org/https://doi.org/10.26740/baju.v1n2.p91-98Luh Desi Ariati, N., Gede Sudirtha, I., & Diah Angendari, M. (2018). Pengembangan Busana Pesta Malam Dengan Sumber Ide Busana Ratu Elizabeth Kerajaan Inggris. Jurnal Bosaparis: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 9(3), 200“210. https://doi.org/https://doi.org/10.23887/jjpkk.v9i3.22147Maeliah, M. P. M. (2010). Adibusana BU 461*) (pp. 1“5).Matharu, G. (2010). What Is Fashion Design? Roto Vision S.A.Nuraliyah, D., & Suciati. (2012). Corsages Pada Art Fashion. Fesyen Perspektif, 1(1), 1“11. https://ejournal.upi.edu/index.php/fesyen/article/view/9847Paramita, N. P. D. P. (2022). Inovasi Busana Pesta Berbahan Tekstil Tradisional Bali. Style: Journal of Fashion Design, II(1), 36“44. https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/JFD/article/viewFile/2565/1012Sedonya, A. R., & Purwani, S. (2022). Perpaduan Batik Motif Sekar Jagad Khas Kudus, Bludru dan Brokat Pada Busana Pesta Gala. Jurnal Socia Akademika, 8(1), 33“43. https://aks-akk.e-journal.id/jsa/article/view/182Sekartinah, S., & Astuti. (2021). Ekplorasi Motif Tumpal Sarung Betawi pada Busana Pesta dengan Hiasan Teknik Lekapan Payet. Jurnal Teknologi Busana Dan Boga, 9(2), 95“102. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/teknobuga/indexSucitra, I. G. A. (2015). Eksplorasi Nilai-Nilai Tradisi Dalam Konsep Estetika Seni Rupa Kontemporer Indonesia. Jurnal Seni Rupa Warna, 4(1), 33“45. https://doi.org/https://doi.org/10.36806/.v4i1.25Vera, G. suartini, Sudirtha, I. G., & Angendari, M. D. (2021). Penerapan Hiasan Payet Pada Busana Pesta Berbahan Batik Motif Merak Abyorhokokai. Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 12(3), 88“96. https://doi.org/10.23887/jppkk.v12i3.37470