Dwijayanti, Avrina
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fungsi Birokrasi sebagai Penasihat Kebijakan: Studi Fenomenologis pada Pemerintah Daerah Dwijayanti, Avrina
Jurnal Administrasi Publik Vol 17 No 1 (2021): Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Pusat Pengembangan dan Pelatihan dan Kajian Manajemen Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.572 KB) | DOI: 10.52316/jap.v17i1.68

Abstract

Birokrasi, selain memiliki fungsi administratif juga perlu ditilik fungsinya sebagai penasihat kebijakan, terutama di lingkungan pemerintahan di mana dikotomi politik dan administrasi tidak lagi dilihat dalam batasan yang kaku dan interaksi antara birokrat dengan politisi lebih dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan kembali posisi birokrasi dalam menjalankan fungsinya sebagai penasihat kebijakan bagi pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian fenomenologis, dengan teknik analisis data kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen yang relevan dengan topik penelitian yakni dengan mengakumulasi data dari beberapa pemerintah daerah untuk melihat kecenderungan terlaksananya fungsi tersebut. Penelitian ini berimplikasi secara praktis untuk menemukan pola membangun relasi antara pejabat politik dan birokrasi dalam rangka pengambilan keputusan terkhusus pada pemberian nasihat kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendukung terlaksananya fungsi birokrasi sebagai penasihat kebijakan telah tersedia melalui saluran informasi. Kendala yang mendominasi adalah kapasitas keahlian profesional birokrat serta munculnya kompetisi antara birokrasi dengan aktor lainnya dalam memberikan nasihat kebijakan sebagai akibat dari situasi elektoral di daerah.
Policy Spillover: Analisis Jaringan Dampak Kebijakan Makan Siang Bergizi Gratis terhadap Sektor Pertanian Dwijayanti, Avrina
Jurnal Administrasi Publik Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Pusat Pengembangan dan Pelatihan dan Kajian Manajemen Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52316/jap.v20i2.435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan makan siang bergizi gratis yang dirancang oleh pasangan Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka terhadap sektor pertanian di Indonesia, khususnya dari perspektif efek spillover. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan pendidikan anak melalui penyediaan makanan bergizi, namun implikasinya meluas ke sektor lain seperti pertanian, rantai pasokan, dan anggaran negara. Fokus penelitian adalah mengidentifikasi potensi dampak positif dan tantangan yang muncul, termasuk risiko ketergantungan pada program serta pengaruhnya terhadap keberlanjutan ekonomi petani. Metode yang digunakan adalah studi kasus komparatif dan analisis jaringan, dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen kebijakan, artikel terkait, serta studi kasus komparatif. Data diolah menggunakan perangkat lunak NVivo, yang memungkinkan pengkategorian data ke dalam node berdasarkan tema kebijakan, sektor pertanian, rantai pasokan, dan kesejahteraan petani. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola hubungan antar tema, sementara visualisasi jaringan memetakan pengaruh kebijakan terhadap sektor-sektor terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini memiliki efek spillover signifikan terhadap sektor pertanian, termasuk peningkatan permintaan produk lokal, penguatan pasar petani, serta dorongan terhadap praktik pertanian berkelanjutan. Namun, tantangan seperti fluktuasi harga, kebutuhan infrastruktur, dan dampak lingkungan menjadi perhatian utama. Untuk memaksimalkan manfaat, diperlukan perencanaan matang, diversifikasi pasar, serta dukungan kapasitas bagi petani. Dengan demikian, kebijakan ini memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan jika didukung dengan strategi mitigasi risiko yang tepat.