Pani Dias, Hendri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Islam Berkemajuan Perspektif Haedar Nashir Pani Dias, Hendri
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v3i3.1072

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang makna dan konsep-konsep Islam berkemajuan dalam pandangan Haedar Nashir. Artikel ini dirangkum dalam model kualitatif dengan teknis analisis data ekploratif, interpretatif dan analisis. Adapun temuan dari penelitian ini yaitu makna Islam berkemajuan dalam pandangan Haedar Nashir adalah mencerminkan semangat untuk reformasi dan modernisasi dengan tetap memperhatikan nilai-nilai Islam yang memiliki akar kuat. Di samping itu, ia juga mendorong pendekatan yang kontekstual dan inklusif dalam menafsirkan ajaran Islam, yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan zaman yang ada. Adapun konsep-konsep yang dikembangkan terkait dengan Islam berkemajuan yaitu reinterpretasi terhadap pendidikan yang berbasis pada kecerdasan kehidupan bangsa; kepemimpinan profetik yang berbasis pada kenegarawanan dan religiusitas; toleransi sebagai bagian dari ta’awun yang mengantarkan pada kebahagiaan umat; keadilan yang berasas pada distribusi yang adil dan merata; dan moderasi beragama sebagai sumber rahmat bagi alam semesta
KESETARAAN GENDER DALAM AL-QUR'AN: STUDI ATAS HAK DAN KEWAJIBAN Pani Dias, Hendri
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 01 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu kesetaraan gender dalam Islam sering kali menjadi perhatian serius dalam studi-studi keagamaan dan sosial. Dalam konteks al-Qur'an, pembahasan mengenai hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan mendapat tempat yang penting. Surah an-Nisa ayat 7 dan ayat 11 menjadi titik tolak untuk memahami bagaimana Islam mengatur hak-hak gender secara adil dan proporsional, terutama dalam pembagian harta warisan. Kajian ini mencoba mengeksplorasi sejauh mana al-Qur'an memberikan pengakuan terhadap hak-hak perempuan setara dengan laki-laki dalam aspek tertentu. Metodologi yang digunakan dalam artikel ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tematik (maudhu'i). Penulis mengkaji teks al-Qur'an secara langsung, didukung dengan tafsir para ulama klasik dan kontemporer seperti Tafsir al-Maraghi, Tafsir al-Misbah, dan pendapat cendekiawan muslim modern. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan dianalisis untuk memahami makna mendalam dari ayat-ayat yang berkaitan dengan hak waris laki-laki dan perempuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa al-Qur'an mengakui hak perempuan atas harta warisan yang sebelumnya diabaikan dalam tradisi Arab pra-Islam. Surah an-Nisa ayat 7 secara eksplisit menyatakan bahwa baik laki-laki maupun perempuan memiliki bagian yang telah ditentukan dari peninggalan keluarga mereka. Walaupun secara proporsi bagian warisan antara laki-laki dan perempuan bisa berbeda, prinsip keadilan tetap menjadi landasan utamanya. Hal ini membuktikan bahwa al-Qur'an membawa reformasi sosial yang signifikan terhadap sistem patriarki yang berlaku saat itu. Kesimpulannya, kesetaraan gender dalam al-Qur'an harus dipahami dalam kerangka keadilan, bukan sekadar persamaan matematis. Al-Qur'an tidak menghapus perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan, namun menegaskan bahwa keduanya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama bernilai di hadapan Allah. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam membangun pemahaman yang lebih adil dan moderat tentang relasi gender dalam Islam.