Aprilia, Alfi Noor
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kinerja Keuangan Menggunakan Rasio Likuiditas dan Rasio Solvabilitas pada PT. Garuda Indonesia Tbk Siti Mutmainah; Aprilia, Alfi Noor; Citradewi, Adelina
Journal of Islamic Accounting Competency Vol. 3 No. 2 (2023): J-ISACC (Journal Of Islamic Accounting Competency)
Publisher : Prodi Akuntansi Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/jisacc.v3i2.1855

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan PT Garuda Indonesia Tbk. Dari tahun 2020 hingga 2022 akan diukur berdasarkan rasio likuditas dan solvabilitas. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT Garuda Indonesia Tbk tahun 2020 hingga 2022. Hasil analisis data menunjukkan likuiditas PT Garuda Indonesia Tbk diukur dengan rasio likuiditas, Current Ratio hasil tertinggi sebsesar 47,65%, dan  hasil terendah sebesar 5,29%. Quick Ratio tertinggi pada tahun 2022 sebesar 43,61%, dan terendah 4,03%. Cash Ratio tertinggi sebesar 31,03%, sedangkan terendah sebesar 1,05%. DAR tertinggi 184,95%, sedangkan terendah 118,01%. DER tertinggi -655,32%, sedangkan terendah -217,72%.  Dari kedua rasio tersebut menunjukkan bahwa kinerja keuangan pada PT Garuda Indonesia Tbk. Dalam kondisi tidak sehat.
Analisis Kinerja Keuangan Menggunakan Rasio Likuiditas dan Rasio Solvabilitas pada PT. Garuda Indonesia Tbk Siti Mutmainah; Mutmainah, Siti; Aprilia, Alfi Noor; Citradewi, Adelina
Journal of Islamic Accounting Competency Vol. 3 No. 2 (2023): J-ISACC (Journal Of Islamic Accounting Competency)
Publisher : Prodi Akuntansi Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/jisacc.v3i2.1855

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan PT Garuda Indonesia Tbk. Dari tahun 2020 hingga 2022 akan diukur berdasarkan rasio likuditas dan solvabilitas. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT Garuda Indonesia Tbk tahun 2020 hingga 2022. Hasil analisis data menunjukkan likuiditas PT Garuda Indonesia Tbk diukur dengan rasio likuiditas, Current Ratio hasil tertinggi sebsesar 47,65%, dan  hasil terendah sebesar 5,29%. Quick Ratio tertinggi pada tahun 2022 sebesar 43,61%, dan terendah 4,03%. Cash Ratio tertinggi sebesar 31,03%, sedangkan terendah sebesar 1,05%. DAR tertinggi 184,95%, sedangkan terendah 118,01%. DER tertinggi -655,32%, sedangkan terendah -217,72%.  Dari kedua rasio tersebut menunjukkan bahwa kinerja keuangan pada PT Garuda Indonesia Tbk. Dalam kondisi tidak sehat.
Analisis Fraud Hexagon dan Capital Turnover dalam Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan Sektor Perbankan BEI Periode 2021-2023 Aprilia, Alfi Noor; Martini, Tina
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jebisku.v4i1.5692

Abstract

AbstractThis study aims to examine the effect of fraud hexagon elements, namely financial target, financial stability, ineffective monitoring, change in auditor, change in director, CEO photo, and collusion, as well as capital turnover on fraudulent financial reporting in banking sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021–2023 period. This research employs a quantitative approach using secondary data obtained from companies’ annual reports. The sampling technique used is purposive sampling, resulting in 114 observations from 38 companies over three years. The data were analyzed using panel data regression with a random effect model. Fraudulent financial reporting is measured using the F-Score model. The results indicate that financial target and financial stability have a positive and significant effect on fraudulent financial reporting. Meanwhile, ineffective monitoring, change in auditor, change in director, CEO photo, collusion, and capital turnover do not have a significant effect. These findings suggest that internal pressure is the primary driver of fraudulent financial reporting compared to governance and managerial characteristics. This study contributes to the literature by extending the fraud hexagon model through the inclusion of capital turnover in the context of the Indonesian banking industry.Keywords: Fraudulent Financial Reporting; Fraud Hexagon; Financial Target; Financial Stability; Capital Turnover. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh elemen dalam fraud hexagon, yaitu financial target, financial stability, ineffective monitoring, change in auditor, change in director, foto CEO, dan collusion, serta capital turnover terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh 114 observasi dari 38 perusahaan selama tiga tahun. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan model random effect. Kecurangan laporan keuangan diukur menggunakan model F-Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial target dan financial stability berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan. Sementara itu, ineffective monitoring, change in auditor, change in director, foto CEO, collusion, dan capital turnover tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa tekanan internal perusahaan menjadi faktor utama yang mendorong terjadinya kecurangan laporan keuangan dibandingkan faktor tata kelola dan karakteristik manajerial. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan literatur terkait fraud hexagon dengan menambahkan variabel capital turnover dalam konteks industri perbankan di Indonesia. Kata Kunci: Kecurangan Laporan Keuangan; Financial Target; Fraud Hexagon.