Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENERAPKAN METODE PEMBELAJARAN EXPERIMEN MELALUI WORKSHOP Masri Susanto
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 4 No. 1 (2023): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jpips.v4i1.2317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menerapkan Metode Pembelajaran Experimen melalui workshop di SD Negeri 105351 Bakaran Batu, SD Negeri 106831 Bakaran Batu, SD Negeri 101903 Bakaran Batu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru guru yang mengajar di SD Negeri 105351 Bakaran Batu, SD Negeri 106831 Bakaran Batu, SD Negeri 101903 Bakaran Batu Kabupaten Deli Serdang dengan jumlah 30 orang guru. Teknik pemgumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan perhitungan persentase jumlah guru yang sudah mampu menerapkan Metode pembelajaran Experimen dan persentase jumlah guru yang belum mampu menerapkan Metode pembelajaran Experimen di dalam kelas. Hasil penelitian menunjukkan: (1). Terdapat peningkatan jumlah guru yang menerapkan Metode Pembelajaran Experimen dari 30 orang guru, baru 21 (70,0%) guru menerapkan Metode Pembelajaran Experimen pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 27 (90,0%) guru yang sudah mampu menerapkan Metode Pembelajaran Experimen pada proses pembelajaran di dalam kelas; (2) Terdapat penurunan jumlah guru yang tidak mampu menerapkan Metode pembelajaran Experimen, dari 30 orang guru, sebanyak 9 (30,0%) guru belum mampu menerapkan Metode Pembelajaran Experimen pada siklus I kemudian pada siklus II terjadi penurunan jumlah guru yang belum mampu menerapkan Metode Pembelajaran Experimen, menjadi 3 (10,0%) guru yang belum mampu menerapkan Metode Pembelajaran Experimen secara utuh; (3) Kompetensi profesional guru dalam menerapkan Metode Pembelajaran Experimen dapat meningkat melalui workshop.