Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) pada peserta didik kelas XI TKJ.1 semester ganjil di tahun pelajaran 2021/2022, dengan jumlah 27 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumen, observasi, dan tes evaluasi. Sedangkan indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah meningkatnya hasil belajar yaitu nilai rata-rata 70 dengan ketuntasan klasikal 75%, keaktifan 70%. Penelitian tindakan kelas ini dirancang dalam 2 (dua) siklus, setiap siklus ada 4 (empat) tahap yaitu perencanaan (planning), tindakan (action), Pengamatan(observation), dan refleksi (reflection), dan masing-masing siklus dilaksanakan dengan dua kali pertemuan, satu pertemuan diantaranya untuk evaluasi siklus. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pada pra siklus keaktifan peserta didik pada siklus I 69,31% dan pada siklus II meningkat menjadi 79,629%. Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan yaitu nilai rata-rata 70,74 dengan ketuntasan belajar klasikal 66,67% pada siklus I, dan pada siklus II rata-rata nilai peserta didik meningkat menjadi 71,44 dengan ketuntasan belajar klasikal mencapai 77,78% Dari dua siklus tersebut jelas bahwa ada peningkatan keaktifan peserta didik maupun hasil belajar setelah diterapkannya model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI). Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dengan melalui delapan langkah- langkahnya dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada pokok bahasan peluang kelas XI . Keberhasilan penggunaan metode tersebut diharapkan bisa digunakan sebagai alternatif pendekatan pembelajaran yang inovatif. Selanjutnya para guru dapat lebih berkreasi dalam menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran