Syihab, Najwa Aulia
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Islamic Parenting Melalui Literasi Digital Dalam Membangun Karakter Anak Syihab, Najwa Aulia
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpai.v3i2.4148

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital membawa perubahan yang sangat besar dalam berbagai aspek kehidupan. Di era digital ini permasalahan pendidikan menjadi sangat kompleks terutama pada pendidikan karakter anak, bahkan sejak zaman Rasulullah Saw. hingga saat ini. Dengan adanya perkembangan tersebut, diperlukan keahlian orang tua dalam mendidik anak. Penelitian ini mengkaji secara mendalam terkait Islamic Parenting melalui literasi yang dilakukan oleh orang tua milenial. Keterampilan literasi digital sangat dibutuhkan oleh para orang tua agar dapat melaksanakan berbagai peran sebagai pendidik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian library research. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan mengelaborasi berbagai macam literatur dalam bentuk buku, jurnal, e-book dan literatur yang relevan dengan permasalahan Islamic parenting melalui literasi digital. Teknik analisis data menggunakan konten analisis dari jurnal dan dokumen lain yang diakses melalui Internet. Hasilnya menunjukkan bahwa Islamic parenting menjadi satu kesatuan utuh dari sikap orang tua terhadap anak dalam mengasuh, mendidik, membina, membiasakan, dan membimbing anak secara optimal berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw. Dalam konteks peran orang tua dalam mendidik karakter anak, literasi digital yang baik berperan penting dalam mengembangkan pengetahuan orang tua terhadap topik edukasi parenting sehingga dapat mendorong rasa ingin tahu dan kreativitas sebagai orang tua. Pada umumnya setiap anak memiliki karakter masing masing sesuai generasi mereka, maka dalam penerapan pola asuh harus di perhatikan pula karakteristik anak sesuai perkembangan zaman yang ada. Kesimpulannya, di era digital ini orang tua sangat berperan penting dalam mendidik karakter anak. Orang tua harus mengetahui dan menerapkan pola asuh yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Islamic Parenting Melalui Literasi Digital Dalam Membangun Karakter Anak Syihab, Najwa Aulia
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpai.v3i2.4148

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital membawa perubahan yang sangat besar dalam berbagai aspek kehidupan. Di era digital ini permasalahan pendidikan menjadi sangat kompleks terutama pada pendidikan karakter anak, bahkan sejak zaman Rasulullah Saw. hingga saat ini. Dengan adanya perkembangan tersebut, diperlukan keahlian orang tua dalam mendidik anak. Penelitian ini mengkaji secara mendalam terkait Islamic Parenting melalui literasi yang dilakukan oleh orang tua milenial. Keterampilan literasi digital sangat dibutuhkan oleh para orang tua agar dapat melaksanakan berbagai peran sebagai pendidik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian library research. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan mengelaborasi berbagai macam literatur dalam bentuk buku, jurnal, e-book dan literatur yang relevan dengan permasalahan Islamic parenting melalui literasi digital. Teknik analisis data menggunakan konten analisis dari jurnal dan dokumen lain yang diakses melalui Internet. Hasilnya menunjukkan bahwa Islamic parenting menjadi satu kesatuan utuh dari sikap orang tua terhadap anak dalam mengasuh, mendidik, membina, membiasakan, dan membimbing anak secara optimal berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw. Dalam konteks peran orang tua dalam mendidik karakter anak, literasi digital yang baik berperan penting dalam mengembangkan pengetahuan orang tua terhadap topik edukasi parenting sehingga dapat mendorong rasa ingin tahu dan kreativitas sebagai orang tua. Pada umumnya setiap anak memiliki karakter masing masing sesuai generasi mereka, maka dalam penerapan pola asuh harus di perhatikan pula karakteristik anak sesuai perkembangan zaman yang ada. Kesimpulannya, di era digital ini orang tua sangat berperan penting dalam mendidik karakter anak. Orang tua harus mengetahui dan menerapkan pola asuh yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
PENGUATAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL: TANTANGAN DAN STRATEGI ADAPTIF Syihab, Najwa Aulia; Musthofa, Abdul Aziz Al; Nurmaharani, Nindika; Oktaviani, Olivia; Khayaty, Lyna Nur; Widiani, Desti
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.10244

Abstract

ABSTRACT The advancement of digital technology has driven fundamental changes in learning practices and requires Islamic Religious Education (PAI) teachers to adapt their professionalism to these evolving dynamics. This study aims to comprehensively examine the various challenges faced by PAI teachers in maintaining and developing their professionalism amid digital transformation. The research employs a qualitative approach with a library research design through the processes of literature searching, selection, and analysis of relevant scholarly sources. Data were analyzed using content analysis techniques to identify patterns, themes, and relationships among findings in the literature. The results reveal four main aspects influencing the professionalism of PAI teachers: the strengthening of teacher competencies, digital literacy, the integration of technology in learning, and challenges in adapting to educational changes. The findings indicate that the major obstacles include limited digital skills, lack of access to continuous professional training, the complexity of curriculum demands, and unequal availability of educational infrastructure. In addition, the misalignment between educational policies and their implementation at the school level further hinders the optimal development of teacher professionalism. Overall, the professionalism of PAI teachers in the digital era can be understood as a multidimensional construct that requires the integration of pedagogical competence, subject-matter mastery, and technological skills simultaneously. These findings emphasize that strengthening teacher professionalism cannot be carried out partially, but must be pursued through a systematic and sustainable approach. This study contributes conceptually to understanding the dynamics of PAI teacher professionalism and provides a foundation for future empirical research in broader educational contexts. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan mendasar dalam praktik pembelajaran dan menuntut guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk menyesuaikan profesionalismenya dengan dinamika tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif berbagai tantangan yang dihadapi guru PAI dalam mempertahankan dan mengembangkan profesionalisme di tengah transformasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain library research melalui penelusuran, seleksi, dan analisis terhadap sumber-sumber ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi pola, tema, dan keterkaitan antar temuan dalam literatur. Hasil penelitian mengidentifikasi empat aspek utama yang memengaruhi profesionalisme guru PAI, yaitu penguatan kompetensi guru, literasi digital, integrasi teknologi dalam pembelajaran, serta tantangan adaptasi terhadap perubahan pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa kendala utama meliputi keterbatasan kemampuan digital, kurangnya akses pelatihan berkelanjutan, kompleksitas tuntutan kurikulum, serta ketimpangan ketersediaan infrastruktur pendidikan. Selain itu, ketidaksesuaian antara kebijakan pendidikan dan praktik di tingkat sekolah turut memperlemah optimalisasi pengembangan profesionalisme guru. Secara keseluruhan, profesionalisme guru PAI di era digital dapat dipahami sebagai konstruksi multidimensional yang menuntut integrasi antara kompetensi pedagogik, penguasaan materi, dan kemampuan teknologi secara simultan. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan profesionalisme guru tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan melalui pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam memahami dinamika profesionalisme guru PAI serta menjadi dasar bagi pengembangan kajian empiris pada konteks pendidikan yang lebih luas.