Hafidzah, Ummi Khoirul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKSPLORASI KUALITATIF MANAJEMEN LAYANAN PMTCT PADA IBU HAMIL ODHA DI KABUPATEN BOJONEGORO Hafidzah, Ummi Khoirul; Suryawati, Chriswardani; Shaluhiyah, Zahroh
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i3.1467

Abstract

Capaian deteksi dini HIV pada ibu hamil di Kabupaten Bojonegoro tahun 2020-2021 belum mencapai target yang ditetapkan. Di sisi lain, sekitar 16 ibu hamil ODHA putus pengobatan ARV. Upaya penjangkauan kasus yang kurang baik memungkinkan peningkatan penularan HIV dari Ibu ke Anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses manajemen program pelayanan PMTCT pada Ibu Hamil ODHA di Layanan PDP Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam kepada informan utama dan informan triangulasi. Informan utama adalah Pengelola Program HIV di Layanan PDP dan Pengelola Program HIV Dinas Kesehatan. Informan triangulasi terdiri dari Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan, Perwakilan LSM dan Ibu Hamil ODHA. Pengolahan dan analisa data menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi perencanaan program PMTCT sudah dilakukan dengan menetapkan kebutuhan anggaran, adanya pengelola program HIV di semua layanan PDP, dan menetapkan target capaian deteksi dini ibu hamil namun terdapat keterbatasan dalam dukungan kebijakan pelaksanaan PMTCT yang masih belum jelas. Fungsi pengorganisasian program PMTCT sudah berjalan dapat dilihat dari adanya SOP PMTCT di RSUD, koordinasi lintas sektoral yang bersinergi, namun masih kurangnya pelatihan terkait PMTCT dan belum ada SOP PMTCT di Puskesmas. Monitoring dan evaluasi masih belum berjalan dengan optimal karena evaluasi hanya dilihat berdasarkan angka capaian saja. Dengan demikian, pelayanan PMTCT untuk ibu hamil ODHA masih memiliki beberapa hambatan yang membuat pelayanan kurang optimal dan hal tersebut perlu diperbaiki oleh Fasilitas Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat.
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pemanfaatan dan Akses Pelayanan PMTCT Hafidzah, Ummi Khoirul; Suryawati, Chriswardani; Shaluhiyah, Zahroh
Jumantik Vol 10 No 1 (2023): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v10i1.5436

Abstract

Dalam upaya menggambarkan situasi pandemi COVID-19 yang berdampak pada pelayanan PMTCT di fasilitas kesehatan dan mempengaruhi akses serta pemanfaatan layanan PMTCT pada perempuan dari kelompok rentan yang hidup dengan HIV. Pendekatan tinjauan literature dilakukan dengan desain PRISMA digunakan untuk mempelajari literature pada artikel yang diterbitkan antara tahun 2020-2023 dengan kata kunci yang digunakan adalah “Impact or Effect”, “pandemic”, “PMTCT”, “services” yang menjelaskan layanan PMTCT selama situasi pandemi COVID-19.  Dari 1137 total artikel yang ditemukan diperoleh tujuh penelitian yang relevan. Hasil dari kajian dampak pandemic terhadap pemanfaatan dan akses pelayanan PMTCT di berbagai negara menggambarkan bahwa kondisi pandemi membuat capaian akses ART pada ibu hamil menurun. Hal ini berkaitan dengan kebijakan COVID-19 tentang lockdown dan social distancing yang membuat ibu hamil ODHA sulit untuk mengakses obat.  Selain itu, Ibu hamil ODHA takut melakukan kunjungan untuk perawatan karena risiko penularan, kurangnya dukungan dari pasangan, gangguan kecemasan dan depresi yang dirasakan ibu ODHA semakin meningkat karena kekurangan biaya dan kehilangan pekerjaan, serta adanya stigma dan diskriminasi. Dengan demikian, kondisi pandemi COVID-19 memunculkan berbagai tantangan pada pelayanan PMTCT yang harus diperhatikan karena hal itu berdampak pada penurunan akses ART yang meningkatkan peluang putus pengobatan dan memperburuk kondisi ODHA.