Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Maturity Rating Assessment Terhadap Kinerja Maturitas Di RS Persahabatan Belum Optimal Tahun 2022 Indratni, Magdalena Puji
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v8i2.4441

Abstract

Penilaian Maturity Rating Badan Layanan Umum (BLU) terhadap kinerja maturitas sektor pelayanan kesehatan terhadap maturitas kinerja Badan Layanan Umum (BLU) melalui evaluasi Penilaian Maturity Rating BLU. Terbitnya Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-11/PB/2021, untuk menilai pencapaian kinerja dan penerapan tata kelola yang baik pada Badan Layanan Umum melalui penilaian tingkat maturitas. Penilaian menggunakan dua pendekatan utama, yaitu pengukuran berbasis hasil (result-based) dan pengukuran berbasis proses (process based) serta prinsip dasar penilaian terdiri atas lima tingkatan utama. Makalah ini bertujuan, untuk menganalisa hasil laporan evaluasi penilaian tingkat kematangan BLU oleh asesor independent dalam hal ini seluruh Bdan layanan umum dibawah pengawasan Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU (PPKBLU) dan Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan (Kanwil). Pelaksanaan evaluasi tingkat maturitas Tahun Anggaran 2023 terhadap penerapan tata kelola dan kinerja BLU Tahun Anggaran 2022. Hasil evaluasi Penilaian Maturity Rating menunjukkan tingkat maturitas RS Persahabatan berada pada level 3 (level Definied). Level ini, menunjukan kualitas kinerja layanan RS Persahabatan belum optimal. Terutama pada indikator aspek keuangan, aspek Inovasi dan aspek tata kelola dan kepemimpinan. Kata kunci: Kinerja Maturitas, Penilaian Peringkat Maturitas BLU; pengukuran berbasis hasil (result-based) dan berbasis proses (process based); Tingkat Maturitas RS Persahabatan level 3 (level Definied);
Tantangan Implementasi Maturity Rating Assesment Badan Layanan Umum Bidang Layanan Kesehatan Terhadap Kinerja Maturitas Aspek Inovasi di RS Persahabatan Tahun 2021-2022 Indratni, Magdalena Puji
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v8i1.4107

Abstract

Undang – undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit menyatakan rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Untuk memastikan bahwa barang dan jasa yang ditawarkan rumah sakit berhasil, strategi harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin. Salah satunya adalah strategi bauran pemasaran yang dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan rumah sakit. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi bauran pemasaran 7P untuk peningkatan kunjungan rawat jalan di RSIA Karunia Bunda. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional di mana populasi seluruh pasien RSIA dengan sampel minimal berjumlah 385 orang yang didapat dengan perhitungan Cochran dan memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis dilakukan secara Univariat, Bivariat dan Multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran pemasaran 7P (product, price, promotion, place, people, process dan physicalevidence) memiliki pengaruh terhadap kunjungan pasien(pvalue≤ 0,05) dan faktor placeadalah yang dominan(pvalue = 0,000 dan Odds ratio= 167,859). Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa mayoritas responden sebanyak 249 orang (64,7%) melakukan kunjungan di RSIA Karunia Bunda baik. Bauran pemasaran 7P memiliki pengaruh terhadap kunjungan pasien dan placemerupakan bauran yang dominan. Hal ini disebabkan karena place mewaliki kondisi fisik RSIA (fasilitas, bangunan dll). Saran yang diberikan adalah agar pihak manajemen RSIA mempertahan dan meningkatkan kualitas pelayanan serta menjaga dan memperbaharui fasilitas yang ada sesuai perkembangan medis. Kata Kunci: Bauran, Pemasaran dan Kunjungan Pasien