Miller Pagawak
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SINERGITAS ANTAR FASILITATOR, PEMERINTAH DAERAH DAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KAMPUNG BERSERI ASTRA (KBA) SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN KAMPUNG ENGGROS Muhammad Mujaini; Westi Setiati; Miller Pagawak
Accounting Profession Journal (APAJI) Vol. 4 No. 2 (2022): Accounting Profession Journal (APAJI)
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35593/apaji.v4i2.54

Abstract

Penelitian ini akan mempelajari sinergitas antar fasilitator, pemerintah daerah dan masyarakat melalui program kampung berseri astra (KBA) sebagai upaya pengembangan kampung Enggros. Tujuan penelitian ini untuk sinergitas antar fasilitator, pemerintah daerah dan masyarakat melalui program kampung berseri astra (KBA) sebagai upaya pengembangan kampung Enggros. Metode yang digunakan metode kualitatif penelitian ini bermaksud untuk mencari bagaimanakah pengevaluasian dalam pelaksanaan program Kampung Berseri Astra (KBA) yang bersinergitas antara 3 (Tiga) Tungku yaitu fasilitator, pemerintah daerah dan masyarakat sebagai upaya pengembangan Kampung Enggros. Metode pengambilan data yang digunakan Observasi/Wawancara persepsi masyarakat menggunakan Google Form, Forum Group Discussion (FGD) dan dokumentasi yang selanjutnya akan diolah dengan analisis interaktif Miles dan Huberman. Sedangkan untuk validitas penelitian, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian persepsi masyarakat kampung Enggros terhadap program kampung berseri Astra (KBA) dalam menganalisis penerimaan masyarakat persentasenya 58,1% (mengetahui), dan kisaran 19,4% (tidak tahu). Sehingga hal inilah yang menjadi bukti bahwa masyarakat mengetahui dan menerima keberadaan program Kampung Berseri Astra (KBA) di kampung Enggros. Kesimpulan menunjukan bahwa sinergitas, koordinasi, tanggungjawab dan transparan menjadi faktor penting yang terjalin antar komunikasi 3 tungku yaitu fasilitator, pemerintah daerah dan masyarakat yang bertujuan upaya untuk keberlanjutan program berdasarkan kebutuhan dan potensi masyarakat lokal dalam kesuksesan program Kampung Berseri Astra (KBA).
MENGANALISIS PENGARUH PENGEMBANGAN KARIR DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI DI WAMENA Miller Pagawak
Accounting Profession Journal (APAJI) Vol. 4 No. 2 (2022): Accounting Profession Journal (APAJI)
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35593/apaji.v4i2.56

Abstract

Pada penelitian ini, peneliti membahas dan menganalisis mengenai pengaruh pengembangan karir dan motovasi kerja terhadap kinerja guru SMP negeri di Wilayah Wamena Kota. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengembangan karir dan motovasi kerja terhadap kinerja guru SMP negeri di Wilayah Wamena Kota. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan wawancara, dan mengumpulkan data lewat kuesioner dalam mengetahui hubungan antara (1) pengembangan karir, (2) motivasi kerja, (3) kinerja guru. Penelitian dilakukan di empat SMP Negeri di Wilayah Kecamatan Wamena Kota yaitu SMP Negeri 01, SMP Negeri 02, SMP Negeri 03 dan SMP Negeri 04 dengan menggunakan 65 orang guru sebagai sampel. Penelitian dirancang dengan menggunakan metode survey dengan pendekatan korelasional. Hasil penelitian di peroleh variabel pengembangan karir terhadap kinerja guru sebesar 2.023 pada signifikan 0,047 dengan demikian ada pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Bahwa koefisien pengembangan karir (X1) positif 0,554, hasil ini menggambarkan bahwa pengembangan karir yang dilaksanakan di SMP Negeri di wilayah wamena kota sudah relatif lebih baik (50%) dimana hasil uji t diperoleh pengembangan karir t = 5,261 dengan signifikansi 0,000 artinya terdapat positif dan signifikan terhadap kinerja guru pada nilai = 0.05. Namun dalam hal ini diperlukan ditinjau akan kebijakan-kebijakan dengan pengembangan karir. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pelatihan pendidikan dan kebijakan yang jelas dengan karir didasarkan kemampuan individu. Dengan demikian dapat mempengaruhi keberhasilan dalam mengenali dan mengembangkan potensi yang dimiliki, sehingga sudah selayaknya pengembangan potensi direncanakan dengan baik.