Dewa Made Dwicky Putra Nugraha
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Perancangan SOLO Taxonomy Berbasis Tri Pramana dalam Praktik Pembelajaran dan Penilaian Formatif SDN 24 Dauh Puri : Pengabdian Dewa Made Dwicky Putra Nugraha; I Wayan Aryawan; I Made Astra Winaya; Ni Nyoman Sri Mastini; I Wayan Gede Anggra Wisana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3811

Abstract

This mentorship program addressed gaps in classroom design and formative assessment at SDN 24 Dauh Puri notably, limited capacity to assess depth of student understanding and insufficient application of deep-learning strategies. This program combined in-service and on-service model to integrate theoretical grounding with classroom practice. Activities comprised an introductory session on SOLO Taxonomy and Tri Pramana, collaborative lesson-plan workshops, followed by structured independent classroom trials by 16 teachers,, and an online reflection and evaluation meeting. Evaluation drew on lesson-plan artifacts, teachers’ implementation reports, formative assessment observations, and synthesized teacher testimonials. Results indicate full conceptual uptake among participants (mean understanding 100%), successful production of SOLO-aligned Lesson Plans, and at least two implementations per teacher. Observable impacts included more systematic student reasoning (movement toward relational and extended-abstract levels), enhanced reflective classroom interactions via the Tri Pramana cycle, and improved formative assessment precision through SOLO-based rubrics. The study recommends creating a rubric/item bank, extending practical implementation time, and establishing follow-up collaborative forums to sustain and scale the instructional innovation.
Pendampingan Manajemen BUMDesa Jagaddita Dan Peningkatan Kemampuan Calistung Siswa SDN 1 Meliling, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan: Pengabdian I Made Aditya Wardana; I Gede Cahyadi Putra; Dewa Made Dwicky Putra Nugraha
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5096

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Fokus kegiatan adalah pendampingan manajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Jagaddita dan peningkatan kemampuan membaca, menulis, serta berhitung (calistung) siswa di SDN 1 Meliling. Permasalahan utama yang dihadapi BUMDesa adalah pengelolaan keuangan yang masih manual, kurangnya aturan baku organisasi, keterbatasan dalam pemasaran digital, serta belum adanya katalog produk. Sementara itu, di bidang pendidikan, siswa SDN 1 Meliling memiliki kemampuan calistung yang masih rendah, pembelajaran cenderung monoton, sarana peraga kurang memadai, serta literasi digital guru masih terbatas. Metode kegiatan meliputi observasi awal, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Pada BUMDesa, diberikan pelatihan manajemen keuangan, penyusunan SOP, serta strategi pemasaran digital melalui media sosial. Pada SDN 1 Meliling, dilakukan pendampingan pembelajaran dengan metode kreatif, pelatihan guru terkait media ajar, serta penyediaan sarana edukasi sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan manajemen keuangan BUMDesa, terbentuknya akun media sosial untuk promosi, serta meningkatnya motivasi dan kemampuan siswa dalam calistung. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui penguatan BUMDesa serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dasar.