Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerpen Melalui Strategi Problem Based Learning berbantuan Media Wattpad di Siswa Kelas IX-1 SMP Pattimura Tahun Pelajaran 2021-2022 Rosiana, Lina
Kajian Sastra Nusantara Linggau Vol. 2 No. 3 (2022): Jurnal Kastral
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/kastral.v2i3.420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis cerpen siswa kelas IX-1 SMP Pattimura dalam pembelajaran menulis cerpen melalui model PBL berbantuan media wattpad. Metode PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dilaksanakan dalam dua siklus yang pada tiap siklusnya terdiri atas empat komponen, yaitu perencanaan (planning), implementasi tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Teknik pengumpulan data berupa observasi, penilaian menulis cerpen, angket, catatan lapangan, dokumentasi serta wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Analisis kualitatif digunakan untuk data kualitatif yang berupa hasil observasi lapangan, catatan lapangan, dan wawancara. Analisis kuantitatif digunakan untuk data kuantitatif yang diperoleh dari hasil tes menulis cerpen siswa sebelum dan sesudah tindakan. Penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa rata-rata skor menulis cerpen pratindakan sebesar 50,67 (50,67%), siklus I menjadi 64,67 (64,67%), dan pada siklus II menjadi 77,03 (77,03%). Jadi, kemampuan menulis cerpen siswa dari pretes sampai akhir siklus I meningkat sebesar 14 (14%), pada siklus II peningkatan sebesar 12,36 (12,36%). Berdasarkan perolehan skor di atas, dapat disimpulkan bahwa mulai dari sebelum tindakan hingga sesudah tindakan, nilai keterampilan menulis cerpen siswa telah mengalami peningkatan sebesar 26,36 (26,36%) yaitu dari skor 50,67 (50,67%) menjadi 77,03 (77,03%). Dampak ikutan yang tampak teramati dalam penelitian tindakan adalah perubahan perilaku positif siswa. Pada siklus II, kondisi kelas sudah dapat dikendalikan dan lebih kondusif. Siswa yang kurang termotivasi tampak lebih bersemangat, lebih percaya, diri dan berperan aktif.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerpen Melalui Strategi Problem Based Learning berbantuan Media Wattpad di Siswa Kelas IX-1 SMP Pattimura Tahun Pelajaran 2021-2022 Rosiana, Lina
Kajian Sastra Nusantara Linggau ( KASTRAL) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kastral
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/kastral.v2i3.420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis cerpen siswa kelas IX-1 SMP Pattimura dalam pembelajaran menulis cerpen melalui model PBL berbantuan media wattpad. Metode PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dilaksanakan dalam dua siklus yang pada tiap siklusnya terdiri atas empat komponen, yaitu perencanaan (planning), implementasi tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Teknik pengumpulan data berupa observasi, penilaian menulis cerpen, angket, catatan lapangan, dokumentasi serta wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Analisis kualitatif digunakan untuk data kualitatif yang berupa hasil observasi lapangan, catatan lapangan, dan wawancara. Analisis kuantitatif digunakan untuk data kuantitatif yang diperoleh dari hasil tes menulis cerpen siswa sebelum dan sesudah tindakan. Penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa rata-rata skor menulis cerpen pratindakan sebesar 50,67 (50,67%), siklus I menjadi 64,67 (64,67%), dan pada siklus II menjadi 77,03 (77,03%). Jadi, kemampuan menulis cerpen siswa dari pretes sampai akhir siklus I meningkat sebesar 14 (14%), pada siklus II peningkatan sebesar 12,36 (12,36%). Berdasarkan perolehan skor di atas, dapat disimpulkan bahwa mulai dari sebelum tindakan hingga sesudah tindakan, nilai keterampilan menulis cerpen siswa telah mengalami peningkatan sebesar 26,36 (26,36%) yaitu dari skor 50,67 (50,67%) menjadi 77,03 (77,03%). Dampak ikutan yang tampak teramati dalam penelitian tindakan adalah perubahan perilaku positif siswa. Pada siklus II, kondisi kelas sudah dapat dikendalikan dan lebih kondusif. Siswa yang kurang termotivasi tampak lebih bersemangat, lebih percaya, diri dan berperan aktif.