Modjo, Robiana
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penilaian Risiko Kesehatan dari Penggunaan Bahan Kimia pada Pengujian dan Identifikasi Minyak Kelapa Sawit Mentah di Laboratorium Kepabeanan Andriany, Raja; Modjo, Robiana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14414

Abstract

The laboratory is a place for testing and researching goods that often use hazardous chemicals. One of the dangers of using chemicals is health hazard to humans. The purpose of this study was to assess the health risks from the use of chemicals in the crude palm oil testing and identification process at Customs Laboratory. The research used an observational study design with a qualitative approach where the assessment of health risks from the use of chemicals in the process of testing and identifying crude palm oil was carried out using the Chemical Health Risk Assessment (CHRA) method published by the Department of Occupational Safety and Health (DOSH) Malaysia in 2018. The results showed 33.34% of chemicals that was used in crude palm oil testing and identification process had a moderate level of health hazard by the inhalation route, 25% of chemicals had a high level of dermal route health hazards, and 25% of chemicals had a moderate level of dermal route health hazards. In conclusion, customs laboratory requires adequate risk controls to control health hazards and protect workers during testing and identification of crude palm oil.Keywords: health risk; hazardous chemical; crude palm oil, chemical laboratory ABSTRAK Laboratorium merupakan tempat melakukan pengujian dan penelitian barang yang seringkali menggunakan bahan kimia berbahaya. Salah satu bahaya dari penggunaan bahan kimia adalah bahaya kesehatan pada manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai risiko kesehatan dari penggunaan bahan kimia pada proses pengujian dan identifikasi minyak kelapa sawit mentah di Laboratorium Kepabeanan. Penelitian menggunakan desain studi observasional dengan pendekatan kualitatif dimana penilaian risiko kesehatan dari penggunaan bahan kimia pada proses pengujian dan identifikasi minyak kelapa sawit mentah dilakukan menggunakan metode Chemical Health Risk Assessment (CHRA) yang diterbitkan oleh Department of Occupational Safety and Health (DOSH) Malaysia tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan sebesear 33,34% jenis bahan kimia yang digunakan dalam proses pengujian dan identifikasi minyak kelapa sawit mentah memiliki risiko bahaya kesehatan rute inhalasi level moderat, 25% jenis bahan kimia memiliki risiko bahaya kesehatan rute dermal level tinggi, dan 25% jenis bahan kimia memiliki risiko bahaya kesehatan rute dermal level moderat. Oleh karena itu dapat disimpulkan Laboratorium Kepabeanan membutuhkan pengendalian risiko yang memadai untuk mengontrol bahaya kesehatan dan melindungi pekerja selama pengujian dan identifikasi minyak kelapa sawit mentah.Kata kunci: risiko kesehatan; bahan kimia berbahaya; minyak kelapa sawit mentah; laboratorium kimia. 
Analisis Risiko Gangguan Otot Rangka Pada Pengrajin Tenun Sulam Tapis Rahmawati, Ernita; Modjo, Robiana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15101

Abstract

Weaving “Tapis” embroidered cloth, which is a traditional industry in Lampung, Indonesia, has become a risky job for craftsmen operating in the informal sector. Complaints related to musculoskeletal disorders have become a significant problem among weaving industry workers, especially tapis embroidery craftsmen. This study aimed to analyze the risk of musculoskeletal disorders in tapis embroidery weaving craftsmen using a systematic review approach, following the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta Analysis (PRISMA) guidelines. The study was conducted in August 2023 by searching for articles in leading sources such as Google Scholar, ProQuest, ScienceDirect, and Taylor & Francis. Article searches were carried out using the PICO (Participants, Interventions, Comparisons, Outcomes) framework until March 2023 with relevant inclusion criteria. This review involveed eight articles relevant to the risk of musculoskeletal disorders in weaving craftsmen. It was concluded that weaving work significantly involves unergonomic body postures and repetitive hand movements, increasing the risk of musculoskeletal disorders in weaving workers. Individual and occupational factors, such as age, long working years, high body mass index, lack of physical activity, short sleep duration, not using a sitting pillow, and a history of diseases such as dyslipidemia, can be potential triggers for musculoskeletal disorders.Keywords: risk analysis; musculoskeletal disorders; weaving craftsmen; Tapis embroidery ABSTRAK Penenunan kain sulam “Tapis”, yang merupakan industri tradisional di Lampung, Indonesia, telah menjadi pekerjaan yang penuh risiko bagi pengrajin yang beroperasi disektor informal. Keluhan terkait musculoskletal disorders telah menjadi masalah yang signifikan dikalangan pekerja industri tenun terutama pengrajin kain sulam tapis. Studi ini bertujuan untuk menganalisis risiko musculoskletal disorders pada pengrajin tenun sulam tapis dengan menggunakan pendekatan systematic review, mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviev and Meta Analysis (PRISMA).  Studi dilakukan pada bulan Agustus 2023 dengan melakukan pencarian artikel di sumber-sumber terkemuka seperti Google Scholar, ProQuest, ScienceDirect, dan Taylor & Francis. Pencarian artikel dilakukan dengan mengunakan kerangka PICO (Participants, Interventions, Comparisons, Outcomes) hingga Maret 2023 dengan kriteria inklusi yang relevan. Tinjauan ini melibatkan delapan artikel yang relevan dengan risiko musculoskletal disorders pada pengrajin tenun. Disimpulkan bahwa pekerjaan penenunan secara signifikan melibatkan postur tubuh yang tidak ergonomis dan gerakan tangan berulang, meningkatkan risiko musculoskletal disorders pada pekerja penenun. Faktor-faktor individu dan pekerjaan, seperti usia, masa kerja yang panjang, indeks massa tubuh tinggi, kurangnya aktivitas fisik, durasi tidur pendek, tidak menggunakan bantal duduk, dan adanya riwayat penyakit seperti dyslipidemia, dapat menjadi pemicu potensial terjadinya gangguan otot rangka.Kata kunci: analisis risiko; musculoskletal disorders; pengrajin tenun; sulam Tapis