Sari, Wida Rahma Arwiyanta
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Madiun, Madiun

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sikap Tokoh Masyarakat dalam Mewujudkan Desa Siaga Aktif Hardika, Mufida Dian; Sari, Wida Rahma Arwiyanta; Uma, Elita Chobi Batul
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk116

Abstract

Community participation in active alert village activities has not gone well, giving rise to the problem of still high maternal mortality rates. This research aimed to determine the attitudes of community leaders towards empowerment activities and community participation in creating an active alert village in Candimulyo Village, Dolopo District, Madiun Regency. This research was a descriptive study, involving 32 human resources implementing community participation empowerment, namely village heads, village officials, community leaders, religious leaders, posyandu cadres, dasa homesteads, youth organizations and other elements, who were selected using a total sampling technique. The instrument used to measure attitudes was a questionnaire with closed questions. Data were analyzed using descriptive statistical methods in the form of frequencies and proportions. The results of the research showed that supportive attitudes for each activity were as follows: approach activities = 53.13%, socialization activities = 50%, village community forum activities = 37.5%, introspective survey activities = 43.75%, activities village community deliberation = 56.25%, planning activities = 28.13%, and village health post activities = 53.13%. The research conclusion shows that the attitude of community leaders towards their participation in active alert village activities is in the medium category.Keywords: attitude; community participation; the village is on active alert ABSTRAK Peran serta masyarakat terhadap kegiatan desa siaga aktif belum berjalan dengan baik, sehingga menimbulkan masalah masih tingginya angka kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap tokoh masyarakat terhadap kegiatan pemberdayaan peran serta masyarakat dalam mewujudkan desa siaga aktif di Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Penelitian ini merupakan studi deskriptif, yang melibatkan 32 sumberdaya manusia pelaksana pemberdayaan peran serta masyarakat yaitu kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader posyandu, dasa wisma, karang taruna dan unsur lainnya, yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan untuk pengukuran sikap adalah kuesioner dengan pertanyaan tertutup. Data dianalisis menggunakan metode statistika deskriptif berupa frekuensi dan proporsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap mendukung untuk masing-masing kegiatan adalah sebagai berikut: kegiatan pendekatan = 53,13%, kegiatan sosialisasi = 50%, kegiatan forum masyarakat desa = 37,5%, kegiatan survei mawas diri = 43,75%, kegiatan musyawarah masyarakat desa = 56,25%, kegiatan perencanaan = 28,13%, serta kegiatan pos kesehatan desa = 53,13%. Kesimpulan penelitian menunjukkkan bahwa sikap tokoh masyarakat terhadap peran sertanya dalam kegiatan desa siaga aktif adalah dalam kategori sedang.Kata kunci: sikap; peran serta masyarakat; desa siaga aktif
Prenatal Gentle Yoga Sebagai Strategi Nonfarmakologis untuk Mempercepat Kala I Fase Aktif Persalinan Primigravida Hardika, Mufida Dian; Sari, Wida Rahma Arwiyanta; Sari, Rury Narulita; Ardhianingtyas, Nisa
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16303

Abstract

 The active phase of the first stage of labor is a critical stage of labor, characterized by cervical dilation from 4 cm to 10 cm. This phase generally lasts for 6 to 8 hours. A long duration of this phase increases the risk of medical intervention and maternal and neonatal complications, especially in primigravidas. The purpose of this study was to evaluate the effectiveness of prenatal gentle yoga in accelerating the active phase of labor in primigravidas. This study used a post-test only design with a control group. A total of 20 pregnant women underwent prenatal gentle yoga for at least 4 weeks, and 20 pregnant women served as the control group. The intervention was carried out twice a week, consisting of breathing exercises, pelvic muscle stretching, and relaxation techniques. The duration of the active phase was measured using a partograph. Data analysis was performed using the Chi-square test. The results showed that 80% of women in the yoga group experienced an active phase of ≤5 hours, while only 35% of the control group experienced an active phase. The p-value of the Chi-square test was 0.014, indicating that the yoga group had a shorter duration of the active phase of labor. The odds ratio was 4.98, indicating that yoga participation nearly fivefold increased the likelihood of premature labor. Furthermore, it was concluded that prenatal gentle yoga is an effective non-pharmacological intervention for accelerating the active phase of labor in primigravida mothers.Keywords: prenatal gentle yoga; labor; active phase of labor; primigravida ABSTRAK Kala I fase aktif merupakan tahap persalinan yang kritis, ditandai dengan pembukaan serviks dari 4 cm menuju 10 cm. Kala ini umumnya berlangsung selama 6 hingga 8 jam. Durasi yang lama pada fase ini meningkatkan risiko intervensi medis serta komplikasi maternal dan neonatal, terutama pada primigravida. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas prenatal gentle yoga dalam mempercepat kala I fase aktif persalinan pada primigravida. Penelitian ini menggunakan desain post-test only with control group. Sejumlah 20 ibu hamil menjalani prenatal gentle yoga selama minimal 4 minggu, dan 20 ibu hamil sebagai kelompok kontrol. Intervensi dilakukan dua kali seminggu, terdiri dari latihan pernapasan, peregangan otot panggul, dan teknik relaksasi. Durasi fase aktif diukur menggunakan partograf. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa 80% ibu dalam kelompok yoga mengalami fase aktif ≤5 jam, sedangkan kelompok kontrol hanya 35%. Nilai p dari uji Chi-square adalah 0,014 yang berarti bahwa kelompok yoga memiliki durasi kala I fase aktif yang lebih cepat. Odds ratio adalah 4,98 yang menunjukkan bahwa partisipasi dalam yoga meningkatkan kemungkinan persalinan lebih cepat hampir lima kali lipat. Selanjutnya disimpulkan bahwa prenatal gentle yoga merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk mempercepat kala I fase aktif persalinan pada ibu primigravida.Kata kunci: prenatal gentle yoga; persalinan; kala 1 fase aktif; primigravida